Belasan Rumah dan Satu Sekolah Rusak Disapu Puting Beliung

82
Salah satu bangunan yang ambruk diterpa puting beliung

Cimpaeun | jurnaldepok.id
Tercatat sekitar 14 rumah warga dan 1 gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos rusak diterjang angin puting beliung, Senin (24/2) malam. Kejadian tersebut terjadi setelah Kota Depok, di guyur hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang.

“Kejadiannya itu sekitar pukul 23:00 Wib, saat itu hujan deras yang disertai angin kencang, warga semuanya panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.” papar Wawan warga Kelurahan Cimpaeun kepada Jurnal Depok.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Pencegahan Bencana Kota Depok, R Gandara Budiana mengatakan akibat angin puting beliung yang menerjang Kelurahan Cimpaeun, belasan rumah warga dan satu gedung sekolah mengalami kerusakan di bagian atap.

“Untuk kerusakan di lingkungan Rt 02 ada tujuh rumah warga yang rusak, sementara di Rt 03 ada tujuh rumah warga dan satu gedung SMPN 16 Kota Depok alami kerusakan di bagian atap, dan untuk kerugiannya sendiri diperkirakan puluhan juta rupiah, dan tidak ada korban jiwa,” katanya.

Lebih lanjut, Gandara mengatakan bahwa saat ini warga yang rumahnya rusak, terpaksa harus mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat terdekat, karena rumahnya tidak dapat ditempati untuk sementara waktu.

“Sementara ini kami arahkan warga yang rumahnya rusak untuk menumpang di rumah tetangga atau kerabat yang tidak terdampak putting beliung,” ungkapnya.

Sementara kondisi gedung sekolah yang rusak, Gandara memaparkan bahwa bangunan di lantai dua mengalami kerusakan yang cukup parah dimana palfon dan genteng jatuh berantakan.

“Kerusakan rata-rata atap rumah terbang karena tersapu angin puting beliung, sedangkan untuk sekolah genteng hancur,” katanya.

Gandara mengaku, bahwa pihaknya saat ini, bersama anggota TNI dan Polri saat ini dilokasi terus bahu membahu membersihkan puing-puing bangunan yang rusak.

“saat ini kami terus bekerjsama untuk membantu warga yang terdampak bencana, selain membantu membersihkan pung-puing kami juga mendirikan dapur umum,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 16 Kota Depok, Iyang Bachtiar mengatakan meski ada bangunan ruang kelas yang mengalami kerusakan, proses belajar mengajar tidak terganggu dan dapat berjalan seperti biasanya.

“KBM kami tetap laksanakan, kami sudah lapor ke Dinas Pendidikan Kota Depok, dan sudah ditinjau oleh Bapak Walikota Depok Bapak Mohammad Idris,” katanya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here