BPTJ Pastikan Pembangunan Fisik Monorel Bakal Terwujud Di Tahun 2022

183
Direktur Prasarana BPTJ, Kadishub Jabar, Kadishub Depok, pakar transportasi dan Kepala Bappeda Depok foto bersama usai gelaran forum OPD

Margonda | jurnaldepok.id
Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Eddy Nursalam memastikan transportasi massal berbasis rel di Kota Depok bakal terwujud di tahun 2022. Hal itu disampaikan Eddy seusai menjadi narasumber dalam acara Forum OPD Dinas Perhubungan Kota Depok.

“Pada prinsipnya kami dukung karena ini sesuai Perpres No 5 Tahun 2018, sudah ada juga dalam rencana transportasi Jabodetabek. Ada dua dukungan yang kami berikan untuk Depok diantaranya akan memperjuangkan proyek ini (monorel,red) masuk kedalam Proyek Strategis Nasional dan kami akan bantu studi OBC di tahun ini,” ujar Eddy kepada Jurnal Depok, Senin (24/2).

Ia menambahkan, setelah rampung Outline Business Case (OBC) kemudian dilanjut dengan Final Business Case (FBC) dan Detail Engineering Design (DED) yang nantinya dibantu juga oleh BPTJ.

“Target kami di 2022 sudah terbangun, di 2021 kami targetkan dokumen-dokumennya selesai dan 2022 sudah terbangun. Rencananya satu koridor dulu dari Depok Baru hingga Bojongsari, nanti akan disambung ke Parung,” paparnya.

Berkaca dari pembangunan transportasi berbasis rel seperti LRT, dibutuhkan anggaran Rp 400-500 miliar per kilo meter. Sementara jarak Depok Baru ke Bojongsari berkisar 10 kilo meter.

“Dengan begitu dibutuhkan anggaran lebih dari Rp 4 triliun. Teknologi memang belum ditentukan apakah monorel, EDT atau train bisa juga kereta konvensional. Dananya nanti bisa dari KPBU, mudah-mudahan bisa masuk PSN dan pemerintah pusat ada perannya, kami harus berjuang juga untuk masuk PSN. Kami juga berharap ada anggaran dari investor dan dibantu oleh pemerintah,” katanya.

Gayung pun bersambut, Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat, Hengky Antasari menyambut baik dan berjanji akan mengawal proyek tersebut.

“Memang belum ketahuan nama teknologinya, bisa monorel juga bisa yang lainnya. Jadi lebih baik menyebutnya sebagai perkereta apian Kota Depok. Pemprov Jabar sangat menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif dan upaya Pemkot Depok didukung BPTJ untuk menyediakan transportasi massal,” tandasnya.

Ia mengatakan, transportasi massal adalah tugas berat dari perhubungan dan tidak ada lagi OPD lain yang bertanggungjawab terhadap hal itu. Pemprov sejalan dengan indikator kinerja utamanya Gubernur Jawa Barat khususnya di sektor perhubungan tentang konektivitas.

“Dengan begitu kami sangat diringankan dengan adanya intervensi dari BPTJ dan Dishub Depok untuk menghadirkan transportasi massal berbasis rel melalui skema yang non APBD dan mungkin juga non APBN. Pak Gubernur siap mendukung ini dipercepat prosesnya dan akan kami kawal langsung ke pemerintah pusat, terutama dalam rangka integrasi dengan PSN,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana menyampaikan terimakasih kepada BPTJ dan Pemprov Jabar yang telah merespon baik rencana Depok membangun transportasi massal.

“Alhamdulillah ini berjalan karena hubungan yang harmoni dengan BPTJ dan provinsi. Ini sebagai perjalanan awal dimana tahun ini Depok dibantu untuk Studi OBC dari BPTJ. Tahun depan kami mengusulkan satu koridor ke provinsi untuk koridor empat yang melintasi jalan provinsi,” terangnya.

Terkait dengan jenis, sambungnya, hasil dari kajian Feasibility Study (FS) lebih kepada monorel karena melihat space jalan.

Pengamat Transportasi, Hermanto Dwiatmoko mengatakan, transportasi massal berbasis rel lebih tepat dibangun di Kota Depok lantaran lebih murah dari sisi harga perawatan.

“Memang pembangunannya mahal, tapi itu jangka panjang. Di dunia transportasi massal yang bagus itu kereta api, bebas polusi, tidak menggunakan BBM, tanahnya juga terbatas tidak memakan area luas. Ini lebih efisien, modal di awal memang besar tapi biaya perawatan dan operasional lebih murah,” ungkapnya.

Selain itu, transportasi massal juga memiliki daya angkut yang besar. Nantinya, kata dia, dapat dilihat juga dari sisi permintaan dan kondisi lapangan n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here