BPTJ Minta Ganjil Genap Segera Diterapkan Di Kawasan Margonda

639
Bus jurusan Depok-Bandara saat melintas di Jalan Raya Margonda

Margonda | jurnaldepok.id
Penerapan program plat nomor Ganjil Genap (GG) harus dilakukan di sepanjang Jalan Raya Margonda, sebagai langkah mengurai kemacetan lalu lintas. Demikian dikatakan Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Eddy Nursalam saat menghadiri Forum OPD Dinas Perhubungan Kota Depok, di Jalan Raya Margonda, Senin (24/2).

“Kondisi Jalan Raya Margonda, merupakan salah satu jalan yang memiliki volume kendaraan yang cukup padat, terlebih lagi saat akhir pekan, maka dari itu untuk mengantisipasi kemacetan di Jalan Margonda kami rasa perlu dilakukan penerapan yang radikal salah satunya dengan program Ganjil Genap,” kata Eddy Nursalam.

Eddy mengatakan, sejauh ini penerapan ganjil genap hanya dilakukan pada saat akhir pecan saja, alhasil jika pada hari kerja semua kendaraan melintas bersamaan maka ruas jalan di Margonda tidak bisa menampungnya.

“Ya untuk sementara ganjil genap dilakukan pada akhir pekan saja di Margonda, karena kepadatan di Margonda terjadi pada akhir pekan,” katanya.

Berdsarakan aturan yang berlaku, pemerintah kota memiliki kewenangan untuk mengatur penggunaan kendaraan di wilayah masing-masing, dasar kewenangan pemerintah kota untuk mengatur penggunaan kendaraan berada dalam Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan, Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No 9 Tahun 2015, dan Peraturan Pemerintah No 32 Tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekayasa, Analisis Dampak serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas.

Dilokasi sama, Ketua DPRD Kota Depok, TM Yusufsyah Putra mengatakan kemacetan di Jalan raya Margonda dinilai sudah harus diatasi, apalagi pada waktu akhir pekan, terlebih lagi warga Depok, yang pada hari-hari biasa bekerja di Jakarta, saat akhir pekan warga hilir mudik di Margonda dengan kendaraannya sehingga volume kendaraan sangat tinggi.

“Rekayasa lalu lintas di Jalan Margonda saat hari sabtu dan minggu memang perlu dilakukan, karena kemacetan terjadi di jalan Margonda dan belum ada jalan altenatif SSA dan jalan alternatif sebagai pemecah kemacetan,” katanya.

TM Yusufsyah mengungkapkan , jika memang diperlukan penerapan ganjil genap untuk mengantisipasi kemacetan sepatutnya program tersebut bisa dijalankan.
“Kami rasa tidak usah program muluk-muluk, lakukan saja rekayasa lalu lintas untuk memecah kemacetan di wilayah Margonda,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here