Pengunjung Alun-Alun Membludak, Weekand Bisa Tembus 5.000 orang

244
Terlihat ramai pengunjung Alun-alun Kota Depok setiap harinya

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Sejak diresmikan pada 12 Januari 2020 lalu, Alun-alun Kota Depok hampir tak pernah sepi dari pengunjung. Antusiasme warga terlihat sejak hari peresmian yang saat itu lebih dari 10 ribu pengunjung hadir di acara peresmian.

“Bagaimana warga tidak bereuforia, seakan haus dengan impian fasilitas publik yang ideal, maka dengan terbangunya alun-alun setidaknya sebagian besar kebutuhan ruang publik warga dapat dipenuhi. Di sana disediakan berbagai macam fasilitas publik yang cukup lengkap yang memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan-kegiatan warga dengan berbagai latar belakang spesialisasi dan usia,” ujar Purnomo Kepala UPT Taman Hutan Raya kepada Jurnal Depok, Kamis (20/2).

Purnomo menambahkan, perlu diketahui dan dipahami bahwa kawasan alun-alun masih dalam masa pemeliharaan kontraktor pembangunan di bawah Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok sampai 1 (satu) tahun ke depan.

“Untuk pengelolaan kawasan Alun-alun Kota Depok berada di bawah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok melalui UPTD Taman Hutan Raya Kota Depok. Suatu bentuk unit teknis yang membantu tugas dinas dan bertempat di dalam kawasan alun-alun sesuai dengan Peraturan Wali Kota Depok Nomor 33 tahun 2019,” paparnya.

UPTD tersebut, kata dia, terhitung baru dibentuk sehingga sangat banyak diperlukan persiapan rencana pengelolaan ke depannya termasuk kebijakan dan dasar peraturan penggunaan kawasan untuk pihak-pihak tertentu diluar kegiatan pemerintahan.

Saat ini, sambungnya, pengelola pun sudah menggunakan media sosial sebagai salah satu upaya memperkenalkan kawasan pada masyarakat publik melalui Instagram @kuncenalunalun.

“Demi kelancaran dan ketertiban penggunaan, maka dibuatlah aturan jam operasional yaitu pukul 06.00-19.00 WIB (weekdays) dan pukul 06.00-21.00 WIB (weekend),” terangnya.

Setiap harinya, kata mantan ajudan wali kota itu, jumlah pengunjung tak pernah sepi, terutama menjelang sore dan akhir pekan. Kawasan Alun-alun sangat padat pengunjung di hari libur mulai dari buka hingga tutup jam operasional.

Diluar aktivitas warga juga diketahui sampai dengan bulan Februari 2020 tercatat sudah puluhan surat permohonan oleh masyarakat, badan maupun organisasi untuk mengadakan berbagai bentuk kegiatan.

“Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut diatas, maka pengelola baru dapat mengakomodir kegiatan yang bersifat komunitas non komersil misalnya latihan karate, senam oleh warga, latihan komunitas musik dan lainnya,” katanya.

Hal itu, sambungnya, tentunya dengan evaluasi setiap tiga bulan agar komunitas dapat secara bergantian menggunakan fasilitas di alun-alun dan skala kegiatannya yang tidak menimbulkan bentrok dengan penggunaan oleh pengnujung umum.

“Untuk event besar yang murni dari swasta dan bersponsorship masih belum dapat difasilitasi, dikarenakan belum ada peraturan resmi yang menaungi,” tuturnya.

Dengan euforia warga yang cukup tinggi diharapkan tidak menimbulkan efek negatif pada penggunaan Alun-alun Kota Depok. Hingga saat ini sejumlah fasilitas tercatat mengalami kerusakan akibat ulah pengunjung yang tidak mematuhi aturan penggunaan kawasan.

“Alun-alun Kota Depok dapat dikatakan sebagai aset ruang sosial bagi warganya, sudah seharusnya kita sebagai warga dapat ikut serta menjaga dan mentaati segala bentuk aturan main yang ditetapkan demi kebaikan bersama. Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here