Kurang Dukungan, Calon Independen Mundur ‘Alon-alon’

389
Yurgen Sutarno dan Reza Zaki

Margonda | jurnaldepok.id
Pasangan calon dari jalur independen, Yurgen-Zaki memutuskan mundur dari bursa pencalonan Wali Kota Depok 2020 dari jalur independen. Padahal pasangan tersebut sudah tiga bulan berjalan berusha untuk bisa lolos seleksi.

“Setelah bergerak selama lebih dari tiga bulan, kami berhasil mengumpulkan 69.037 fotocopy KTP dan formulir dukungan per 18 Februari 2020 dari warga Depok untuk bertarung dalam Pilkada September mendatang,” ujar Yurgen, Kamis (20/2).

Pasangan ini telah memiliki 426 relawan yang ikut bergerak mengumpulkan dukungan di 11 kecamatan dan 46 kelurahan di Kota Depok.

Sayangnya hasil tersebut belum memenuhi persyaratan minimal dalam pasal 41 ayat 2 UU No.10 tahun 2016, yang mengharuskan bakal pasangan calon perseorangan mengumpulkan dukungan 6.5 persen dari jumlah DPT di Kota Depok atau sebesar 85.107 dukungan.

“Selain itu, batas waktu penyerahan syarat bakal calon perseorangan hanya sampai 23 Februari 2020,” paparnya.

Dengan segala kondisi yang ada, maka pasangan yang berniat membenarkan Depok itu memutuskan mundur.

“Dengan ini, kami menghentikan pencalonan kami dari jalur independen,” tegasnya.

Kendati demikian, sambung Yurgen, kemunduran dirinya dan Zaki bukan hal akhir. Karena dengan modal dukungan 69.037 warga Depok, mereka akan melanjutkan perjuangan melalui jalur partai politik.

“Kami membuka diri kepada seluruh partai politik untuk sama-sama membangun Kota Depok ke arah yang lebih baik,” ucapnya.

Dikatakan Yurgen bahwa Depok memerlukan gagasan baru untuk menangani persoalan pendidikan, kesehatan, kemacetan lalu lintas, pengangguran, pengelolaan sampah, transparansi anggaran dan berbagai masalah lainnya.

“Kami tidak bisa menunggu lagi, kami mengajak seluruh warga untuk benerin Kota Depok,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here