Pengemplang Pajak Kendaraan Disweeping Hingga ke Rumah

112
Petugas pajak saat mendatangi rumah warga yang menunggak pajak kendaraan

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Ratusan pengendara kendaraan bermotor kena ketilang lantaran tidak membayar pajak. Peristiwa itu terjadi saat Operasi Terpadu 2020 Bappeda Provinsi Jawa Barat Wilayah Depok II Cinere.

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Bappeda Provinsi Jawa Barat Wilayah Depok II Cinere, Iwan Juanda mengatakan, hasil operasi terpadu tingkat Polres dilaksanakan selama empat hari. Operasi gabungan dengan Dishub dan TNI itu berhasil menjaring 500 unit kendaraan.

“Kendaraan yang kami amankan tersebut pelanggaran ada masalah trayek angkutan dipegang Dinas Perhubungan, anggota lalulintas penilangan, dan dari kami Bappeda berupa pembayaran pajak,” ujarnya di sela operasi terpadu pertama wilayah Polsek di Jalan Raya Sawangan, (Ruko Accasia) Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok.

Dia mengatakan, dari 500 kendaraan tersebut setidaknya 50 kendaraan yang tidak membayar pajak dapat langsung dibayar di lokasi pada saat operasi sedang berlangsung.

“Tujuan utama kami bukan bayar taat pajak tapi juga memberikan arahan wajib pajak dan perhatian sosialisasi pentingnya membayar pajak kendaraan, juga bagaiamana mudah membayar pajak tanpa ribet,”katanya.

Dalam pembayaran pajak kendaraan sekarang ini menurut Iwan, sudah tidak ada istilah ribet dan makan waktu panjang karena lebih mudah.

“Pelayanan mudah diberikan Samsat Cinere ada pemohon wajib pajak dapat melakukan pembayaran melalui Samsat Induk, gerai, outlet Sawangan dan tiga provinsi BSD, Samades di Kelurahan Rangkapan Jaya dan Samsat Keliling,” paparnya.

Hasil pencapaian target pendapatan pemasukan pajak kendaraan di Depok, didapatkan dari dua Samsat Cinere dan Samsat Depok ke provinsi masuk mencapai lebih Rp 600 miliar.

“Setelah ada MoU dengan pemerintah daerah, bagi ASN yang tidak melakukan pembayaran pajak atau tidak berkontribusi terhadap pembayaran pajak maka ASN itu dapat dikenakan sanksi dari dinas terkait,” terangnya.

Sementara itu masalah pajak kendaraan mobil mewah yang ada di Depok khususnya daerah Cinere sebagai tempat pemukiman terkenal mewah.

“Kami akan melakukan operasi door to door mencari penunggak pajak nominal diatas Rp 5 juta setahun dengan pemberian surat khusus (cinta),”katanya.

Dari 150 ribu kendaraan terdata di Samsat Cinere kurang lebih sekitar 15 ribu unit kendaraan mobil mewah atau motor besar ada yang mati pajak kendaraannya.

“Kami temukan suatu kontraktor berkantor di daerah Limo didatangi petugas sistem door to door, diketahui telah menunggak pajak terhadap 28 kontainer pajak diatas Rp 5 juta. Menunggak pajak mulai dari satu hingga tiga tahun,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here