Sudah SP3, PKL Villa Mutiara Masih Bertahan

84
Petugas Satpol PP saat meninjau lokasi PKL di Villa Mutiara

Limo | jurnaldepok.id
Meski sudah menerima surat peringatan sebanyak 3 kali (SP3), namun sebagian besar pemilik bangunan liar (Bangli) di pinggir perumahan Vila Mutiara Rw 10, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, hingga kini para pedagang kaki lima (PKL) belum juga menghentikan aktifitas perniagaan bahkan dari 20 lapak PKL sebagian besar masih dioptimalkan untuk kegiatan berjualan oleh para PKL.

Menyikapi hal ini, anggota Satpol PP dari bidang penegakan aturan (Gaktur), Jufriansyah memastikan pekan depan semua bangunan liar yang dijadikan lapak PKL diseputar perumahan Vila Mutiara akan dibongkar paksa jika tidak juga dibongkar oleh pemiliknya.

“Sekarang posisinya sudah SP3 dan hari Kamis pekan ini kami akan melayangkan surat pemberitahuan pelaksanaan pembongkaran paksa, dan awal pekan depan sudah di eksekusi,” tegas Jufri.

Dikatan Jufri, saat akan melayangkan SP1, dirinya bersama tim reaksi cepat (TRC) Satpol PP kala itu sudah bertemu dengan perwakilan pedagang, dan para pedagang tidak keberatan jika bangunan yang ditempati dibongkar oleh Satpol PP.

“Kami sudah ketemu bapak Minin perwakilan pedagang disana, dan waktu itu beliau menyatakan tidak keberatan jika bangunan milik para pedagang dibongkar, tapi kami tetap melaksanakan tahapan penindakan sesuai prosedur,” ujar Jufri kepada Jurnal Depok, kemarin.

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Mili mengaku lega lantaran proses penertiban bangunan liar (Bangli) dibelakan perumahan Vila Mutiara berlangsung tertib dan tidak ada kegaduhan.

“Saya lihat prosesnya lancar dan tertib, mudah mudahan sampai eksekusi pekan depan kondusifitas dilokasi tetap aman,tertib dan terkendali,” tutup Mali. n Asti Ediawan

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here