Ngaku Dibegal, AF Malah Diringkus Polisi

143
Kapolres Metro Depok saat berkomunikasi dengan pelaku kejahatan

Bojongsari | jurnaldepok.id
AF (19) seorang pemuda tercatat sebagai warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, dibekuk aparat kepolisian usai melakukan perampokan terhadap bos nya sendiri, Ali Ashidi di RT 5 RW 3, Kampung Parung Tengah, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari.

Pelaku yang terluka lantaran korban Ali melawan, lalu kemudian mengaku dibegal dan mendatangi rumah sakit di Sawangan. Saat berobat pelaku tidak sengaja bertemu dengan korban di ruang medis rumah sakit.

“Korban dalam kondisi sadar melihat pelaku langsung teriak dan pelaku diamankan oleh petugas kepolisian yang saat itu berada di satu ruangan,” ujar Kombes Pol Azis Andriansyah, Kapolres Metro Depok, kemarin.

Hal itu dikatakan Azis pada saat gelar perkara di Polres Metro Depok, Senin (16/2). Ia mengatakan, pelaku bekerja sebagai tukang cat korban Ali Ashidi sejak empat bulan lalu.

“Selama empat bulan korban menginap di rumah pelaku. Pelaku melakukan aksinya pada Sabtu (15/2) dinihari, dimana saat itu korban sedang tidur di salah satu ruangan rumahnya,” paparnya.

Saat korban tengah tertidur terlelap, sambungnya, pelaku melakukan aksinya dengan mengambil palu lalu memukul kepala korban sebanyak dua kali. Akibat pukulan itu membuat wajah korban terluka, namun korban tetap melawan hingga membuat jari pelaku terluka.

“Tidak sampai disitu, pelaku terus menghajar korban hingga korban terluka, lalu pelaku melarikan diri dengan membawa sepeda motor matic milik korban N Max hitam B 4744 TLA dan ponsel,” katanya.

Azis menambahkan, pelaku yang melarikan diri lalu pergi ke salah satu rumah sakit di Sawangan untuk mendapatkan perawatan medis karena jarinya terluka.

“Saat tengah berobat salah satu petugas rumah sakit menanyakan kepada pelaku. Pelaku ngaku kalau dirinya menjadi korban begal hingga terluka. Lalu pelaku diarahkan untuk menunggu perawatan, pada saat itulah pelaku dan korban bertemu satu ruangan medis. Korban yang masih sadar dan saat itu sedang bersama anggota kami menyadari kalau yang berobat itu merupakan pelaku,”katanya.

Mendapatkan adanya laporan tersebut kemudian anggotanya langsung meringkus pelaku.

“Dari pengakuan pelaku kepada penyidik kami, melakukan perampokan terhadap bosnya lantaran ingin membeli motor baru dengan menjual barang berharga,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang berhasil disita yakni sepeda motor dan telepon genggam milik korban, golok dan palu yang digunakan pelaku untuk melukai korban. Akibat luka parah, korban masih menjalani perawatan itensif di RSUD Depok.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan pelaku dikenakan tindak pidana 365 KUHP pencurian kekerasan ancaman diatas 10 tahun. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here