Dianggap Sebagai ‘Pemain Cadangan’, Idris Respon Statement Presiden PKS

715
Wali Kota Depok petahana, Mohammad Idris saat berkunjung kekediaman tokoh masyarakat Kelurahan Bedahan,Kecamatan Sawangan, H Memed

Margonda | jurnaldepok.id
Wali kota petahana, Mohammad Idris merespon pernyataan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman yang seolah-olah menjadikan Idris ‘pemain cadangan’ di bursa bakal calon wali kota Depok pada pilkada 23 September 2020 mendatang.

“Perlu diklarifikasi, apakah memang seperti itu kata-kata beliau (Sohibul Iman,red), dan jika memang demikian sepertinya ada maksud dan pengertian yang beliau ingin sampaikan dan orientasikan kemana arahnya,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Senin (17/2).

Sejak dulu sampai sekarang, sambungnya, Idris masih berperasaan (syu’ur) husnuzhon dan optimis bahwa dunia akademis dan bidang teknokrasi keilmiahan Sohibul Iman serta pondasi agama/dakwahnya tidak akan bisa dikalahkan dengan emosi politik semu dan sesaat, sehingga mengeluarkan statemen seperti itu terhadap dirinya di media.

“Sebagai seorang pejabat tinggi negara dan sebagai petinggi partai politik, pastinya beliau tidak akan menabrak fatsun politik, apa lagi melanggar norma dan etika politik partai dakwah. Bahwa beliau juga paham dan kenal saya sebagai jebolan fakultas dakwah selama 14 tahun di Arab Saudi yang mempelajari siyasah syar’iyah (politik islam), tidak akan sembarangan bicara terhadap diri saya dan tidak mungkin bersikap yang terkesan mengenyampingkan peran-peran dan kerjasama saya dengan PKS selama ini,” paparnya.

Idris juga mengungkapkan, bahwa dirinya kenal Sohibul Iman sebelum ia menjadi wakil wali kota.

“Sejak kepulangan beliau ke tanah air dari studi di Jepang, beliau adalah seorang teknokrat yang elegan dan seorang figur cendikia yang bijak. Apa lagi beliau sempat dipercaya jadi pimpinan tertinggi di Paramadina,” kenangnya.

Saat itu, sambungnya, Sohibul diamanahi salah seorang penggagas sekaligus pelaku pendidikan di Boarding School Insan Cendikia Serpong.

“Saat itu saya juga di dunia pendidikan Yayasan Pesantren Nurul Fikri Serang dan Yayasan Pendidikan Nurul Fikri di Cimanggis,” ungkapnya.

Bagi Idris, secara pribadi prinsipnya tidak ambisi terhadap kekuasaan, karena jabatan wali kota adalah amanah dan tanggungjawab.

“Jadi sifatnya masih sama seperti dulu, bila ada yang lamar dengan tulus dan sukarela maka saya siap maju, juga tentunya atas dukungan masyarakat,” tukasnya.

Ketika ditanya apakah dirinya siapa jika dilamar oleh partai politik selain PKS, ini jawabannya.

“Semua parpol memiliki hak dan kewajiban dalam menentukan bakal calon wali kota-wakil wali kota. Tentunya tidak lepas dari kepentingan dan orientasi politik mereka. Mereka juga tentunya bersikap selektif dalam menentukan pilihannya,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here