Peserta SKD Disterilkan Menggunakan Metal Detector

45
Kepala BKPSDM saat memberikan arahan kepada peserta SKD

Margonda | jurnaldepok.id
Setiap peserta yang mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (SKD CPNS) Kota Depok, semua badanya harus disterilkan. Pantauan di lokasi setiap peserta yang hendak memasuki ruang ujian harus diperiksa dengan menggunakan metal detector untuk menghindari hal yang tidak dingginkan.

“Peserta tidak diperbolehkan membawa benda yang dilarang, mereka hanya boleh membawa benda benda yang sudah ditentukan oleh pihak panitia Badan Kepegawaian dan BKSDM Kota Depok,” kata Kepala Bidang Ketentraman Masyarakat dan Penertiban Umum (Kabid Tranmastibum) Satpol PP Kota Depok, Muhammad Fahmi.

Fahmi mengatakan, Satpol PP Kota Depok, mendapatkan tugas membantu pengamanan saat kegiatan SKD CPNS.

“Untuk setiap harinya ada enam anggota yang berjaga setiap harinya sampai proses SKD selesai higga, Sabtu (15/2) mendatang,” ungkapnya.

Anggota ditugaskan memeriksa setiap peserta yang akan mengikuti SKD dengan menggunakan metal detector.

“Anggota kami dilengkapi dengan alat metal detector untuk memeriksa satu persatu peserta SKD, mulai dari badan hingga tas peserta. Barang yang dilarang dibawa oleh peserta saat memasuki ruang ujian ialah gelang, jam tangan dan barang lainnya, mereka hanya diperbolehkan membawa kartu peserta, e-KTP atau yang sudah ditetapkan sesuai aturan oleh panitia,” paparnya.

Tidak hanya itu saja, Fahmi mengatakan anggotanya juga mengawasi peserta yang ingin hendak ke toilet. “hal tersebut dilakukan untuk menghindari hal yang tidak inginkan seperti kecurangan peserta,” pungkasnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Koordinator SKD Titik Lokasi Kota Depok, dari Badan Kepegawaian Nasional Regional III Jawa Barat, Herman mengatakan berkat dukungan semua pihak, pelaksanaan SKD di hari pertama berjalan sukses.

“Kami ucapkan Terima kasih kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, yang bekerja keras memasang jaringan internet untuk kegiatan SKD,” ungkapnya.

Herman menegaskan, jika proses pendaftaran CPNS hingga pengumuman, tidak ada intervensi dari pihak luar. Karena itu, dirinya menekankan kembali kepada para peserta, agar tidak percaya pada pihak yang mengiming-imingi bisa meluluskan menjadi CPNS dengan imbalan tertentu.

“Melalui sistem Computer Assisted Test (CAT), peserta langsung bisa mengetahui nilainya melebihi batas kelulusan SKD atau tidak. Artinya, mereka bisa melangkah ke tahap berikutnya berdasarkan kemampuan pribadi,” jelasnya.

Herman menuturkan, bahwa dirinya saat menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota Depok sangat bagus dan bersinergi, sehingga kegiatan SKD di Kota Depok bisa berjalan lancar.

“Terima kasih atas kesigapannya, mudah-mudahan ujian SKD berlangsung lancar hingga akhir dan tidak terjadi kendala yang mengganggu peserta,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here