5.196 Pesrta SKD Berebut Kuota 356 CPNS

110
Ribuan peserta saat mengikut SKD di gedung Dibaleka

Margonda | jurnaldepok.id
Sekitar 5.196 orang mengikuti proses seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Depok, di Hotel Bumi Wiyata Jalan Margonda, Kecamatan Beji, Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan berlangsung selama empat hari mulai tanggal 12-15 Februari. Dari ribuan peserta yang mendaftar, nantinya Pemerintah Kota Depok, hanya menyiapkan kuota sebanyak 356 orang.

“Hari ini, Rabu (12/2) ada 4 gelombang, hari Kamis 5 gelombang, hari Jumat 4 gelombang dan Sabtu 5 gelombang lagi, untuk kuota yang disiapkan pemerintah Kota Depok, hanya akan menerima 356 orang saja, terdiri dari 250 tenaga pendidik, 49 tenaga kesehatan dan 79 tenaga teknis, dari jumlah keseluruhan yang dibutuhkan, nantinya sebanyak 2 persen di khususkan untuk penyandang disabilitas,” papar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri, kepada Jurnal Depok.

Supian tak menampik, jika angka penerimaan PNS tahun 2020 belum cukup ideal, mengingat jumlah PNS di Pemerintah Kota Depok, masih sangat terbatas.

“Ya kalau secara keseluruhan, seharusnya ada sekitar 13 ribu pegawai, sementara yang ada saat ini hanya 6.500 jadi masih kurang banyak. Hanya saja ketentuan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), dalam hal ini menentukan, untuk penerimaan PNS berdasarkan Zero Grow.” ungkapnya.

Lanjut Supian Mengatakan, berdasarkan ketentuan MenPAN RB soal Zero Grow, nantinya jumlah kuota penerimaan PNS baru hanya akan mengisi posisi PNS yang pensiun.

“Jadi misalkan jumlah pensiun di Kota Depok ada 300 orang maka penerimaan pegawai baru juga akan di buka 300 orang. Tapi alhamdulillah, saat ini jumlah kuotanya lebih dari pensiun yang ada di Kota Depok, karena saat ini yang pensiun sekitar 290-an, dan kita dapat kuota 356 jadinya ada plus, enggak ada minus, kami harapkan ke depan bisa lebih banyak lagi,” tuturnya.

Supian mengaku bersyukur, banyak masyarakat yang antusias mengikuti proses seleksi CPNS. Ia menilai, hal itu tidak terlepas dari peran wartawan yang telah ikut aktif mensosialisasikan kegiatan ini.

“Ya alhamdulillah termasuk publikasi dari teman-teman pers, dari hari pertama pendaftaran hingga hari ini kami terus diberikan dukungan,” katanya.

Supian menegaskan, proses seleksi berlangsung dengan transparan, jujur dan adil. Tidak ada pihak manapun yang bisa mengintervensi, hal itu bisa dilihat ketika peserta mengklik soal, dan jawaban peserta pun bisa langsung diliat, jadi bila ada pihak keluarga yang mengantar bisa melihat.

“Jadi ketika mereka selesai tes bisa kelihatan siapa yang masuk passing grade dan mana yang tidak. Itu yang saya ingatkan jangan sampai ada pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan momen ini,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here