Nur Mahmudi Komentari Gagasan 3 Balon PKS, Siapa Yang Kuat?

388
Salah satu bakal calon walikota dari PKS saat memaparkan politik gagasan

Margonda | jurnaldepok.id
Tiga Bakal Calon (Balon) Walikota Depok, dari Partai Keadilan Sejahterah yakni Mohamad Hafid Nasir, Farida Racmayanti dan Imam Budi Hartono beradu gagasan tentang isu Pendidikan dan Kesehatan dalam acara ‘Adu Gagasan’ yang diselenggarkan DPD PKS Kota Depok, di salah satu restaurant di kawasan Margonda, Minggu (9/2). Ketiga calon tersebut mendapatkan apresiasi dari mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail.

“Saya menilai ketiga calon tersebut sangat interaktif dalam memaparkan gagasan untuk pembangunan Kota Depok, kedepannya, bahkan ketiga calon saat menyampaikan gagasannya sudah layak untuk menjadi seorang pemimpin, terlebih lagi ketiganya sudah memiliki pengalaman, jadi modal mereka (tiga calon, red) sudah sangat cukup,” kata mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail, yang di jumpai di sela-sela acara, Minggu (9/2).

Nur Mahmudi berharap, salah satu dari ketiga kader terbaik PKS tersebut bisa menjadi pemimpin di Kota Depok, karena ketiga calon sudah layak untuk memimpin Kota Depok.

“Dengan pengalaman dan wawasan yang mereka miliki, ini akan sangat mendukung kinerja nantinya karena modal terpenting untuk menjadi seorang pemimpin ialah bisa memahami setiap masalah dan isu-isu penting yang menyangkut kesejahteraan masyarakat, jadi saya sangta berharap salah satu dari mereka memimpin Kota Depok” ungkapnya.

Saat ditanya terkait petahana yang belum juga mendapatkan rekomendasi dan PKS lebih fokus kader serta proses Pemira, Nur Mahmudi enggan mengomentarinya. “Saya datang kesini kapasitasnya tidak untuk mengomentari itu,” tegasnya.

Sementara itu, calon walikota Imam Budi Hartono, dalam kegiatan adu gagasan yang diselenggarakan DPD PKS Kota Depok memaparkan masalah pendidikan, menurutnya di Depok saat ini belum terpenuhi fasilitas pendidikan, yang membuat lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kesulitan untuk masuk ke SMA Negeri yang ada di Kota Depok.

“Keterbatasan daya tampung pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi masalah. Karena sistem zonasi bagi siswa lulusan SMP yang hendak melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA atau SMK negeri, jadi menurut saya sistem zonasi dapat dipertimbangkan lagi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat selaku pemegang kewenangan SMA dan SMK Negeri,” paparnya.

Menurut Budi, jika system zonasi tetap dipaksakan, maka komposisinya harus dirubah, yakni zonasi 30 persen, akademik 50 persen, keluarga miskin 10 persen dan sisanya prestasi non akademik.

“Kalau pakai sistem zonasi yang sekarang, dengan keterbatasan sekolah SMA/SMK negeri di Kota Depok, tentu akan sangat menyulitkan para siswa untuk masuk,” terangnya.

Untuk itu, ia meminta kepada Gubernur dan Pemprov Jabar agar segera menambah fasilitas gedung sekolah untuk jenjang SMA/SMK negeri di Kota Depok, agar kelak setiap kecamatan memiliki jenjang sekolah SMA/SMK negeri.

Lebih jauh Imam mengatakan, terkait beasiswa yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke tiga universitas Negeri yakni IPB, Unpad dan ITB. Dirinya ingin memperjuangkan masyarakat tidak mampu yang berprestasi untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

“Nah bisa saja Kota Depok, memperjuangkan masyarakat tidak mampu tapi dia berprestasi itu luar biasa, tetapi harus ada perjanjian kerja dan kontrak bagi penerima beasiswa, agar nantinya setelah mereka lulus dapat mengabdikan dirinya ke Depok, untuk meningkatkan IPM,” katanya.

Soal bantuan operasional untuk siswa SMA yang digelontorkan pemerintah pusat dan provinsi, didirnya mengatakan bantuan tersebut harus tepat sasaran dan diberikan kepada siswa tidak mampu.

“Saya rasa bantuan oprasional yang diberikan pemerintah harus tepat sasaran, jadi siswa tiad mampu dapat terus melanjutkan pendidikannya hingga jenjang akhir,” ungkapnya.
Calon lainnya, Farida Rachamayanti memaparkan untuk kesehatan akan mengefektifkan gerakan masyarakat sehat. Ia juga mendorong mereka untuk beraktivitas diantaranya olahraga.

“Dari sisi lainnya, kami ingin membangun kota cerdas melalui shareing teknologi agar masyarakat mendapat konten-konten yang berhubungan dengannya dan pihak berwenang terkait kesehatan masyarakat,”katanya.

Kemudiaun dari sisi kuratif, sambungnya, tetap harus memperluas akses kebutuhan masyarakat dan pelayanan di rumah sakit salah satunya RSUD.

“Sekarang akan dibangun RSUD di bagian Timur untuk memudahkan warga kita untuk berobat,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here