Polemik Hukum Pasar Kemirimuka Berlanjut

118
Kondisi Pasar Kemirimuka di kawasan Beji

Beji | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok, diimbau jangan gengsi dan diminta legowo menerima hasil putusan Pengadilan Tinggi Bandung, pasalnya Pemkot Depok, sudah kalah sembilan kosong atas kasus sengketa Pasar Kemirimuka.

“Ya kami rasa Pemkot Depok, jangan gengsi dan harus legowo atau menerima atas hasil sidang di Pengadilan Tinggi Bandung,” kata salah satu tokoh masyarakat Beji, Maryanto.

Dia menambahkan jika memang keputusan pengadilan memenangkan pihak PT Petamburan Jaya Raya, sepatutnya diterima dengan legowo agar permasalahan Pasar Kemirimuka terselesaikan. “Biarkan saja pihak swasta bersama para pedagang membangun pasar Kemirimuka, biar tidak kayak pasar liar yang kondisinya saat ini bau dan becek,” tegasnya.

Maryanto mengaku kasian kepada para pedagang di Pasar Kemirimuka, karena kasus sengketa yang tidak selesai-selesai, padahal sudah jelas ada putusan pengadilan. “Akibat masalah berlarut-larut menyebabkan kondisi Pasar Kemirimuka tidak terawat seperti kondisi jalan yang becek, bau dan masalah lainnya. Ya sudah sepatutnya masalah Kemirmuka diselesaikan, lagi pula sudah ada keputusannya,” ungkapnya.

Terlebih lagi menurut Maryanto, keputusan Pengadilan Negeri Kota Depok dan Mahkamah Agung (MA) terkait pelaksanaan deklarasi eksekusi Pasar Kemirimuka yang sudah inkrah harusnya sudah dilakukan. “Atas putusan PN Depok dan MA itu, kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera melaksanakan eksekusi putusan tersebut, kami ingin keputusan PN Depok dan MA yang sudah inkrah harus segera dilaksanakan karena sudah tertunda puluhan tahun,” katanya.

Dia menambahkan, sejak proses hukum kepemilikan Pasar Kemirimuka begulir, Pemkot Depok sudah sembilan kali mengalami kekalahan, melawan PT Petamburan Jaya Raya (PJR) di pengadilan hingga MA, bahkan hingga perkaranya inkrah.

Dilokasi yang sama, ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kemirimuka, Yaya Barhaya meminta kepada Pemkot Depok untuk legowo atas putusan Pengadilan Tinggi Bandung yang telah menolak banding yang di ajukan Pemkot Depok perihal Pasar Kemirimuka. “Ya kami harap Pemkot Depok, untuk legowo atas putusan tersebut dan menerima putusan tersebut,” tegasnya.

Lanjut Yaya mengatakan, harusnya pemkot bersikap legowo, dan tidak melakukan Kasasi lagi ke Mahkamah Agung (MA), karena hanya menghabiskan waktu dan biaya. “Kami minta pemkot jangan melakukan Kasasi lagi, kasihan kami parapedagang dipingpong melulu atas kasus Kemirimuka,” katanya.

Menurutnya, jika pemkot melakukan kasasi, maka hanya mengulur waktu dan yang menjadi korban adalah parapedagang. “Pedagang berharap masalah Pasar Kemirimuka, selesai sesuai dengan putusan pengadilan sehingga kondisi Pasar Kemirimuka, bisa dibenahi menjadi pasar Kemirimuka, yang bersih aman, nyaman dan modern,” harapnya.
Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya  Raya, Hendropriyono and Associate Hukum Ade Putra kepada wartawan, Rabu (29/1) mengatakan pembacaan putusan dilakukan pada 16 Desember 2019 yang diketuai oleh hakim ketua Firzal Arzy di Pengadilan Tinggi Bandung. “Dengan banding Pemkot Depok ditolak di Pengadilan Tinggi Bandung maka klien kami  sudah menang 9-0 atas Pemkot Depok terkait Pasar Kemirimuka,” katanya.

Kasus ini bermula saat Pemkot Depok, melalui bagian Hukum melakukan gugatan kepada PT Petamburan Jaya Raya, dengan nomor Perkara 272/pdt/2018  terkait Pasar Kemirimuka di Pengadilan Negeri Kota Depok. Namun gugatan yang dilakukan pemkot ditolak oleh Pengadilan Negeri Kota Depok karena sebelumnya Pemkot Depok, melakukan hal yang sama yang ditolak juga oleh pengadilan negeri.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok, mengatakan, bahwa pihaknya akan berkomunikasi dengan bagian Hukum Pemkot Depok untuk langkah kedepan. “saya akan berkomunikasi dengan bagian hukum untuk menetukan langkah selanjutnya,” ungkapnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here