Setelah Dipanggil Bawaslu, Kasus Dugaan Pelanggaran Netralitas Sekda Dilanjut

348
Ketua Bawaslu saat menirma kenang-kenangan setelah mengikuti diskusi publik

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok, Luli Barlini membantah jika kasus dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh Sekreteris Daerah Kota Depok, Hardiono mandek atau jalan ditempat.

“Sudah dilanjutkan, silahkan lihat dipengumuman kami sudah diumumkan juga di instagram dan ditempel pula di Bawaslu hasil temuan kemarin terkait ASN. Hasil temuan salah satunya adanya spanduk yang tersebar di dua kecamatan yakni Cimanggis dan Beji,” ujar Luli kepada Jurnal Depok, Rabu (5/2).

Pernyataan tersebut disampaikan Luli seusai menghadiri acara diskusi public yang diselenggarakan oleh depoknews.id di salah satu café di kawasan GDC.

Luli menegaskan, pemasangan spanduk tersebut terdapat indikasi pelanggaran Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenai Undang Undang Nomor 42 Tahun 2014.

“Ini temuan dari Panwascam kami di Cimanggis dan Beji, ada beberapa titik yang kami temukan, yang didokumentasikan ada empat. Belum (untuk ASN lainnya,red) tapi itu menjadi target kami karena masuk dalam kategori kerawanan netralitas ASN dan netralitas penyelenggara,” paparnya.

Ia menambahkan, sanksi yang terberat nantinya akan dilakukan diskualifikasi calon. Pihaknya juga akan melaporkan kasus tersebut ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) melalui Bawaslu Jawa Barat.

“Laporan tertulis dari Panwascam, lengkap semua per tanggal 28 Januari. Laporan itu berbasis waktu tiga hari plus dua hari kalender. Jadi kalau sudah melaporkan kami harus proses segera selama tiga hari, kalau dipanggil tidak datang kami panggil lagi dua hari. Setelah itu datang atau tidak, kami tetap buatkan laporan rekoemendasi ke pimpinan bahwa yang bersangkutan telah kami panggil, itu merupakan proses penindakkan pelanggaran tiga plus dua,” katanya.

Lebih lanjut Luli memaparkan, pada saat diperiksa oleh Bawaslu Hardiono mengelak bahwa spanduk yang ditemukan panwascam dipasang oleh dirinya atau orang suruhannya.

“Bukan, justru bukan Dia yang pasang maka jadi perhatian kami juga. Nanti akan ada rekomendasi dari Bawaslu ke KASN,” ungkapnya.

Dirinya berharap, masyarakat juga pro aktif memberikan laporan terkait netralitas ASN. Melalui media sosial pihaknya juga terus melakukan hal tersebut.

“Ketika nanti ditindaklanjuti atau ditelusuri harus ada saksi dan sebagainya. Enggak, kami enggak ditekan oleh siapa-siapa, enggak ada (intervensi,red),” jelasnya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono memenuhi panggilan Bawaslu Kota Depok terkait adanya temuan spanduk dugaan kampanye di beberapa titik di wilayah Cimanggis dan Beji. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here