Warga Tuntut Ganti Rugi Atas Wacana Pembangunan Jalan Terusan Juanda

169
Inilah simpang Juanda yang berada di kawasan Margonda

Beji | jurnaldepok.id
Masyarakat di RW 01 Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji yang lahan dan bangunannya akan kena gusuran pembangunan Jalan Terusan Juanda meminta nilai ganti rugi yang tidak merugikan.

“Kami sudah bosan dengan wacana pembangunan terusan Jalan Juanda-Margonda. Dari dulu mau digusur namun sampai sekarang nggak jelas waktunya,”kata Nawawi warga di RW 01, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, belum lama ini.

Ia mengakui bersama warga lainnya sudah sangat lama menunggu proses pembangunan Jalan Juanda -Margonda namun hingga saat ini belum ada kepastian.

“Ya, informasi selau berubah, terakhir yang kami terima pembebasan dilakukan oleh BPN dan yang bangun oleh Pemkot Depok,” ungkapnya.

Dia mengatakan atas ketidak jelasan pembangunan jalan terusan Juanda-Margonda dia bersama warga lainnya nasibnya digantung.

“Maksudnya digantung itu tidak bisa merenovasi rumah, bangun rumah tidak dapat IMB bahkan jalan yang ada di depannya tidak bisa diperbaiki oleh pemerintah. Ya rumah kami seperti ini atapnya sudah rusak mau diperbaiki katanya engak boleh, kalau diperbaiki takut engak diganti rugi pas penggusuran,” urainya.

Sebenarnya dia mendukung Pemkot Depok membangun jalan terusan Juanda-Margonda sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan lalu-lintas, namun eksekusinya belum jelas.

“Belum ada sosialisasi terkait pembangunan jalan terusan Juanda-Margonda yang ada kami nggak boleh apa-apa, ” ucapnya.

Terkait masalah ganti rugi, Nawawi menambahkan untuk saat ini nilai jual harga tanah di wilayahnya diperkirakan Rp 6 hingga 10 juta per meter.

Dia berharap rencana pembangunan jalan terusan Juanda-Margonda segera direalisasikan karena warga sudah menanti lama.

Warga berharap Pemerintah Kota Depok atau pemerintah pusat untuk segera merealisasikan rencana pembangunan jalan terusan Juanda-Margonda sehingga tidak menunggu lama.

Sebelumnya Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna mengungkapkan butuh dana sekitar Rp 360 miliar untuk pembangunan jalan terusan Juanda hingga jalan Kukusan, Kecamatan Beji.

Pradi menuturkan Pemkot sudah diberikan izin oleh Pemerintah Pusat untuk melakukan pembangunan terusan Jalan Juanda.

Namun dia mengaku bahwa pembebasan lahan terkendala, lantaran besarnya biasa yang harus dikeluarkan. Karenanya, dia berharap Pemerintah Pusat atau Propinsi Jawa Barat bersedia membantu pembiayaan pengadaan lahan pemhangunan Jalan Terusan Juanda.

“Untuk pembebasan jalan dari Margonda sampai Kukusan saja, itu sudah memakan biaya kira-kira Rp 360an miliar. Kalau sampai Kukusan dulu bisa dikalikan itu yang akan kami perkirakan,” pungkasnya.n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here