Tunggu Rekomendasi DPP, Golkar Tak Mau Ceroboh Lakukan Deklarasi

175
Farabi Arafiq

Margonda | jurnaldepok.id
Munculnya pernyataan mengejutkan dari Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Yeti Wulandari terkait koalisi Gerindra yang belum mendapatkan SK DPP, membuat Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi Arafiq tak mau tergesa-gesa dalam melakukan deklarasi koalisi maupun dukung mendukung calon walikota-wakil walikota.

Farabi tidak mau keputusan yang ia ambil tidak mendapatkan restu dari DPP. Pasalnya, Farabi hingga saat ini belum menerima keputusan resmi dari DPP Partai Golkar terkait hal tersebut.

“Golkar sampai saat ini berada di tengah, karena perintahnya menaikkan popularitas dan elektabilitas. Jadi, kami masih bersahabat dengan semua sebelum terbentuk koalisi. Saya denger kan ada yang koalisi kota nya saja, namun DPP nya belum. Kalau kami enggak bisa begitu dan enggak bisa dilakukan, kalau siap koalisi itu memang perintah dari pusat supaya tidak ada yang salah,” ujar Farabi kepada Jurnal Depok, Selasa (28/1).

Dari itu, sambil menunggu keputusan DPP Partai Golkar, pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan parpol yang ada di Depok.

“Kami cari kesmaan visi dan misi dari teman-teman partai sambil menunggu keputusan dari DPP,” paparnya.

Farabi juga menegaskan bahwa dirinya tak merasa ditinggal dengan dilakukannya MoU antara Partai Gerindra dan PDI Perjuangan. Sementara sebelumnya dirinya digadang-gadang mantap akan berduet dengan Pradi Supriatna di pilkada nanti.

“Yang bilang siapa (Pradi-Farabi,red)?. Apa memang sudah pengumuman, kan belum pengumuman. Kalau belum pengumuman dan kalau ramai itu kan keinginan masyarakat. Bukan merasa (ditinggal,red), tapi itu kemauan masyarakat, kami dengar dan kami pelajari, toh koalisi yang saat ini (Gerindra-PDIP,red) belum fix, DPP mereka sudah fix belum kasih arahan?. Bisa juga kan Idris-Farabi atau IBH-Farabi,” katanya kemudian tertawa.

Ditegaskannya, hingga saat ini semua parpol di Depok belum ada yang pasti akan berkoalisi dan mengusung siapa. Farabi melihat saat ini yang terjadi baru sekedar penjajakan.

“Golkar tetap diperhitungkan secara peringkat kok, jadi kami santai saja gak mau terburu-buru. Energi kami enggak mau habis hanya sekedar di wacana, kami lebih memilih tetap bekerja untuk tingkatkan elektabilitas dan popularitas,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here