Polisi Ungkap Modus Prostitusi Apartemen Di Kawasan Margonda

219
Kapolres Metro Depok saat menunjukkan barang bukti yang digunakan pelaku

Margonda | jurnaldepok.id
AP (16) remaja yang dilaporkan hilang oleh orang tuanya ternyata sudah lama menjadi pekerja seks komersial (PSK). AP sudah berkali-kali dijajakan pada pria hidung belang oleh seorang perantara.

“Dari hasil pendalaman terhadap informasi yang kami dapat, ternyata korban sudah berkali-kali ditawarkan kepada pelanggan (pria),” kata Kapolres Metro Depok Kombes Azis Andriansyah.

Selain AP, ada satu remaja putri lagi yang juga dijadikan PSK yaitu ZF. Kedua korban juga sudah berkali-kali dijajakan oleh jasa perantara prostitusi online tersebut.

“Korban ditawarkan kepada pelanggan dengan cara open BO (Butuh On) melalui aplikasi MiChat,” ucapnya.

Tiga orang tersangka pun diamankan dalam kasus ini. Mereka adalah Pachrul Rozy, AIR dan BS.

“Mereka mendapatkan bagian dari hasil transaksi tersebut,” ungkapnya.

Kapolres menerangkan Pachrul menjual AP sebanyak 15 kali dan ZF sebanyak lima kali.
AIR menawarkan AP sekitar 15 kali dan ZF sekitar 15 kali. Sedangkan BS, menawarkan AP sekitar empat kali dan ZF sekitar 13 kali.

“Pelaku diduga Pelaku Tindak Pidana Eksploitasi Terhadap Anak dibawah Umur dan atau Perdagangan Manusia,” ucapnya.

Sebelumnya kasus sama juga dialami SA (15) seorang remaja yang merupakan warga di RW 03 Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung yang menghilang sejak Desember 2019 akhirnya ditemukan di kamar lokalisasi apartemen di Kalibata, Jakarta.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengatakan kasus ini bermula dari adanya laporan orang tua yang kehilangan anaknya anak SA.

Azis menambahkan berdasarkan keterangan keluarga, SA menghilang sejak 31 Desember 2019, sebelum malam pergantian malam Tahun Baru.n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here