Pemerintah Kota Keluarkan Surat Edaran Depok Waspada Corona

2009
ilustrasi jurnal depok

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan Terhadap Pneumonia Novel Coronavirus (nCoV) tertanggal 24 Januari 2020. Surat bernomor 445/0404/survim ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita.

“Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan kepada seluruh Dinas Kesehatan Prov/Kab/Kota di seluruh Indonesia untuk melakukan deteksi, pencegahan, respon dan antisipasi munculnya kasus-kasus dengan gejala pneumonia berat (demam, batuk, sesak nafas) dengan penyebab yang tidak jelas yang berobat di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah atau swasta,” ujar Novarita, kemarin.

Dalam surat edaran tersebut seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit se Kota Depok harus siap untuk melakukan deteksi, tata laksana sesuai SOP dan melakukan rujukan serta secara cepat dan tepat melaporkan kasusnya ke Dinas Kesehatan.

“Sampai saat ini belum ada kasus Pneumonia nCoV yang terlaporkan di Depok,” paparnya.

Dikatakannya, gejala utama Pneumonia nCoV adalah demam (> 38°C) , batuk, sesak nafas yang
membutuhkan perawatan di RS.

“Belum ada vaksin dan pengobatan hanya bersifat supportif,” terangnya.

Dari itu ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan jangan panik. Terapkan perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama cuci tangan memakai sabun, tingkatkan daya tahan tubuh dengan istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi.

“Jika berpergian hindari kontak dengan hewan liar/pasar hewan, gunakan masker dan terapkan etika batuk,” imbaunya.

Sejak 31 Desember 2019 telah dilaporkan adanya kasus-kasus pneumonia berat berawal di Kota Wuhan, Tiongkok. Sampai dengan 21 Januari 2020 telah ditemukan 224 kasus dengan empat kasus kematian.

Kasus konfirm telah ditemukan di Wuhan, Hongkong, Macau, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, dan Thailand. Dan sampai saat ini diberitakan jumlah kasus terus bertambah.

WHO telah mengumumkan bahwa nCoV saat ini belum bisa dikategorikan sebagai Public Health Emergency Of International Concern (PHEIC), namun merupakan kasus high risk di Cina, regional dan global, sehingga WHO tetap terus memantau perkembangan penyakit ini.

“Tidak ada bukti kuat penularan antar manusia, namun bukan berarti hal ini tidak akan terjadi karena masih banyak hal yang belum diketahui mengenai penyakit ini, seperti sumber penularan dan tingkat keparahan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here