Duet Mohammad Idris-Habib Riza Sangat Memungkinkan

375
Yusuf Asyari

Margonda | jurnaldepok.id
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Politic and Policy Institute (IPPI), Yusuf Asyari turut menelisik dua momentum politik di Depok yang cukup menyita perhatian public yakni terkait pengumuman pengerucutan calon wali kota Depok dari PKS dan penandatanganan nota kesepahaman antara DPC Gerindra dan PDI Perjuangan.

Ia menilai, kedua momentum di atas sedikit banyak berpengaruh terhadap Idris. Pasalnya, pencalonan akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah tersebut hingga saat ini belum jelas di internal PKS. Partai yang mengusungnya pada Pilkada lima tahun lalu.

“Alih-alih memberi rekomendasi kepada Idris, PKS justru fokus di penjaringan internal. Artinya tarik-menarik kepentingan di PKS cukup tinggi. Lazimnya petahana seperti Idris otomatis dicalonkan partai pengusungnya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, PKS masih belum benar-benar 100 persen,” ujar Yusuf, kemarin.

Menurut Yusuf, kondisi ini sejatinya bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi seorang petahana seperti Idris. Penjaringan PKS menjadi sinyelemen kuat bahwa mereka ngotot memilih figur hasil penjaringan dalam pilkada nanti.

“Baik IBH, Farida, atau Hafidz kan calon wali kota, bukan wakil wali kota. Ini pernyataan langsung dari elite-elite PKS Depok,” paparnya.

Adapun MoU Gerindra-PDIP, kata dia, bisa menjadi ‘celah’ untuk Idris. Ia menilai PDIP seperti diketahui belum memiliki figur yang benar-benar kuat untuk dicalonkan sebagai wali kota.

“Mereka mungkin menyodorkan wakil wali kota. Itu saya pikir alasan mengapa PDIP koalisi dengan Gerindra, karena ada figur Pradi,” katanya.

Konstelasi ini, lanjut Yusuf, bisa berubah ketika Idris merapat ke PDIP. Terlebih beberapa figur PDIP cukup potensial dan ‘senapas’ dengan Idris.

“Kalau berbicara penjaringan PDIP, ada nama Habib Riza Al-Habsy. Ketimbang figur lain, Habib Riza ini punya kans besar jadi calon yang diusung PDIP,” ungkapnya.

Yusuf memaparkan bahwa Habib Riza merupakan representasi figur nasionalis dan religius. Di samping itu, dia juga memiliki pengalaman politik yang cukup mumpuni.

“Ini bisa menjadi kolaborasi yang pas. Habib Riza pernah menjadi Anggota DPRD Provinsi, artinya basis massanya kuat. Ditambah mesin partai politiknya. Ditengah kegalauan Pak Idris di internal PKS, sosok Habib Riza bisa jadi obat ya. Maksudnya bisa membuat Idris nyaman. Secara kepartaian PDIP bisa mengusung sendiri, artinya Idris tak perlu repot. Tinggal PR nya adalah penguatan koalisi,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here