20 PKL Vilmut Segera Diberi Surat Peringatan

588
Satpol PP saat meninjau PKL yang berada di kawasan Vila Mutiara

Limo | jurnaldepok.id
Sebanyak 20 bangunan liar (Bangli) yang difungsikan sebagai lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kampung Rawakalong Rw 10, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, akan segera dibongkar, namun sebelum dilakukan pembongkaran paksa, jajaran Satpol PP Kota akan mengeluarkan surat peringatan (SP) guna memenuhi tahapan penindakan.

Demikian diungkapkan, Komandan Regu (Danru) Tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP Kota Depok, Jufriansyah usai menemui perwakilan PKL, kemarin.

“Kami sudah ketemu dengan bapak Minin selaku koordinator pedagang dibelakang Villa Mutiara itu, dan beliau menyatakan siap menerima penindakan atau pembongkaran lapak PKL,” ungkap Jufriansyah.

Dia menambahkan, meskipun para pedagang kaki lima disejajar jalan Rawakalong itu bersedia untuk ditertibkan, namun lanjut dia para pedagang minta tenggang waktu sebulan.

“Mungkin mereka akan membongkar sendiri lapak mereka, makanya mereka (para pedagang PKL, red) minta tenggang waktu,” tandasnya.

Meski begitu, Jufri mengatakan akan tetap melakukan mekanisme tahapan penindakan agar pada waktunya nanti, pihak Satpol PP tidak disalahkan jika terpaksa harus membongkar puluhan lapak PKL tersebut.

“Tetap kami akan melayangkan surat peringatan (SP) mungkin hari Rabu atau Kamis pekan ini, SP satu sudah kami kirim kepada para pedagang,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Lurah Grogol, Kecamatan Limo, Danudi Amin mengatakan menyambut baik kesepakatan antara Satpol PP dengan para PKL Vila Mutiara (Vilmut).

“Lokasi itu akan dibangun Taman Kelurahan, dan Dinas terkait siap untuk merealisasikan pengadaan taman itu, dan selama ini memang terkendala masalah keberadaan PKL, saya bersyukur jika para pedagang sudah siap untuk ditertibkan,” pungkas Danu. n Asti Ediawan

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here