Tak Diusung Lagi Di Pilkada Depok, PKS Tega ‘Ceraikan’ Idris

594
Konfrensi pers yang digelar PKS untuk mennetukan tiga bakal calon walikota

Margonda | jurnaldepok.id
Kabar mengejutkan datang dari Pengurus DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok. Dimana, PKS tidak akan lagi mengusung walikota petahana, Mohammad Idris dalam pilkada, 23 September mendatang.

“Kami berbicara calon walikota dari PKS, itu clear. Dan ketiga nama bakal calon inilah yang akan kami dorong untuk diuji publik termasuk kami dorong juga untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas. Ya tidak (mengusung lagi petahana,red),” ujar Hafid Nasir, Ketua DPD PKS Kota Depok dalam konfrensi pers di Kantor DPD PKS Depok, Margonda, Selasa (21/1).

Ia menambahkan, bahwa DPD akan fokus terhadap kandidat bakal calon walikota dari internal PKS yang saat ini telah mengerucut tiga nama yakni Hafid Nasir, Imam Budi Hartono dan T Farida Rachmayanti.

“Petahana bukan tanggungjawab kami dan kami tidak fokus terhadap petahana, melainkan fokus kami kepada tiga kandidat di internal kami yang nanti salah satunya ditetapkan menjadi calon walikota,” paparnya.

Hafid menegaskan, PKS akan mengusung kader internalnya sendiri untuk maju sebagai walikota pada pilkada mendatang.

“Dengan begitu dalam beberapa bulan kedepan ketiga nama bakal calon dari internal kami akan meroket elektabilitas dan popularitasnya. Ini sudah terbukti ketika kami mengusung calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung oleh PKS dan Gerindara. Berkat kerja keras teman-teman di struktur mudah-mudahan hal yang sama juga akan terjadi di pilkada Depok,” terangnya.

Sebelumnya, Hafid menegaskan bahwa Idris akan diusung oleh PKS menggunakan jalur khusus pada pilkada mendatang. Hal itu diakerenakan Idris dianggap memiliki kinerja yang baik dalam memimpin Depok.

“Ini juga sudah terpenuhi berbagai macam bentuk seperti beasiswa kepada warga tidak mampu bagian janji kampanye. RSUD wilayah timur akan terbangun pada tahun 2021 dan alun-alun diharapkan terbangun sampai 100 persen,” ungkap Hafid.

Ia menambahkan, Idris memiliki kinerja yang baik dalam menjalankan RPJMD Kota Depok. Dirinya berharap, dengan capaian dan 10 janji kampanye bisa menjadi referensi bagi DPD PKS Depok untuk disampaikan ke Provinsi dan Pusat.

“Dari hasil survei nampaknya beliau (Idris, red) termasuk sosok yang masih diminati oleh masyarakat untuk kembali diusung sebagai walikota. Walikota sekarang ini ada jalur khusus yang akan menjadi pertimbangan ditingkat pusat,” paparnya yanjuga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Depok.

Hal senada juga pernah diungkapkan oleh Ketua Bidang BP3 (Biro Pemenangan Pemilu dan Pilkada) DPD PKS Depok, Muttaqin. Ia mengatakan, PKS semakin mantap mengusung Idris dalam pilkada nanti.

“Pak Idris berpeluang besar akan kembali dicalonkan sebagai Walikota Depok. Hal ini karena popularitas beliau masih tetap tinggi, bahkan semakin menanjak terus. Popularitas ini biasanya berbanding lurus dengan elektabilitas. Artinya popularitas naik elektabilitasnya juga naik,” katanya.

Ia menabhakan, upaya untuk memdowngrade memang ada dan wajar, dan itu justru mengangkat popularitas Idris.

“PKS juga tidak ingin figur yang diorbitkan setelah jadi dibajak orang. Kalau ada kekurangan sudah pasti semua orang ada kekurangannya,” paparnya.

Ditegaskannya, kader-kader PKS menginginkan calon wakilnya diambil dari kader PKS pula atau dari kalangan birokrat yang berpengalaman.

Bahkan, belum lama ini Ketua Dewan Syariah DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), KH Surahman Hidayat mengungkapkan, peluang walikota petahana, Mohammad Idris untuk diusung kembali oleh PKS masih besar.

“Beliau (Idris,red) sudah memiliki pengalaman yang baik dan sukses. Tentu harapannya akan lebih sukses lagi,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here