Puluhan Pembuang Sampah Liar Ditangkap DLHK

223
Iyay Gumelar

Margonda | jurnaldepok.id
Selama tiga bulan terakhir petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok berhasil menangkap sekitar 27 pembuang sampah sembarangan.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Iyay Gumilar mengatakan wujud nyata penegakan aturan tersebut yaitu dengan menangkap tangan pelaku pembuang sampah di sembarang tempat.

“Tiga bulan lalu kami berhasil menangkap tangan 27 orang yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Mereka telah menjalani sidang tipiring,” ucapnya.

Menurut dia sanksi untuk para pelaku pembuang sampah sesuai Perda Nomor 16 Tahun 2012 mengenai tertib membuang sampah yaitu denda senilai Rp 25 Juta.

Kegiatan tangkap tangan terhadap para pelanggar, juga diakui Iyay dilakukan tidak hanya sekali.

“Kegiatan operasi tangkap tangan (pembuang sampah), ini sudah berkali – kali. Biasanya sampah dibuang pada dini hari (subuh),” katanya.

Iyay menuturkan berdasarkan hasil identifikasi kebanyakan para pelaku yang membuang sampah di sembarang tempat bukan warga Depok. Namun, disinyalir mereka mengontrak di sekitaran wilayah Kota Depok.

“Jadi sistemnya, mereka sambil jalan lalu membuang sampah begitu saja di pinggiran jalan. Sebetulnya kita tidak ada dispensasi kepada pelanggar. Namun karena dihukum tipiring di pengadilan nominal denda pun bervariasi. Ada yang hanya Rp 200 ribu. Tetapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk masalah sampah ini,” paparnya.

Selain menegakkan sanksi, pemerintah Kota Depok juga memaksimalkan pengelolaan sampah dengan mensosialisasikan pemilahan sampah kepada masyarakat sesuai Perda No 5 tahun 2014 perihal pengelolaan sampah.

Dia menegaskan strategi tersebut cukup mujarab pasalnya kurang lebih 20 persen sampah dapat dimanfaatkan.

“Masyarakat terpantau sudah mulai sadar. Mereka memilah sampah organik dibuang ke Unit Pengelolaan Sampah (UPS) sedangkan yang anorganik dibuang ke bank sampah. Sistem ini sangat bermanfaat kita dapat mengurangi beban sampah rumah tangga sekitar 20 persen per harinya,” tegasnya.

Selanjutnya Iyay menerangkan dalam sehari 1.300 ton sampah rumah tangga dihasilkan oleh warga Depok, namun karena pengelolaan sampah hanya 900 ton yang masuk ke Tempat Pengelolaan Akhir (TPA Cipayung) selebihnya masuk ke bank sampah dan UPS.

Sementara itu ketua RT 02/06 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong Sanin menambahkan pihaknya berhasil menangkap pembuang sampah di Jalan Tambarehe.

“Di lokasi Jalan Tambarehe kami sudah tuliskan larangan buang sampah dan ternyata masih ada,”katanya

Dikarenakan masih ada yang membandel pihaknya melakukan patroli dan berhasil menangkap satu warga buang sampah sembarangan.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here