Kelurahan Duren Seribu Fokus Pada Wisata Dan Budaya

184
Anggota DPRD Depok, Hj Qonita Luthfiyah saat memberikan arahan dalam acara Musrenbang

Laporan: Rahmat Tarmuji
Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, resmi digelar.

Dalam kesempatan itu Lurah Duren Seribu, Suhendar memaparkan beberapa perencanaan pembangunan yang akan dilaksanakan di tahun 2020 ini. Selain kegiatan fisik, pihaknya juga focus pada kegiatan non fisik salah satunya akan mewujudkan Kelurahan Duren Seribu yang berbasis pada wisata dan budaya.

“Kami berupaya menjadikan kelurahan ini berbais kepada wista dan budaya. Kami berharap usulan musrenbang selain infrastruktur tapi diarahkan untuk wisata dan budaya,” ujarnya dalam sambutan pembukaan musrenbang, kemarin.

Dengan adanya tempat wisata seperti Taman Herbal Insani di wilayahnya, diyakininya mampu meningkatkan ekonomi dan berdampak positif kepada masayarakat. Selain itu, hal tersebut juga mampu memperkuat UMKM.

“Di Duren Seribu juga ada yang namanya Kampung Betawi Ora di lingkungan RT 03/08, ini menjadi salah satu tempat pengembangan Budaya Betawi,” paparnya.

Anggota DPRD Depok, Hj Qonita Luthfiyah yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan musrenbang sangat penting untuk menuangkan aspirasi masyarakat.

“Duren Seribu bisa menjadi salah satu kelurahan percontohan di Depok dengan segala potensi yang ada. Dana Rp 2,7 miliar hendaknya dapat dimaksimalkan untuk infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Dirinya juga berharap anggaran Rp 2,7 miliar per kelurahan dapat diserap secara merata dan berkeadilan.

“Jangan sampai ada lingkungan yang tak tersentuh. Kalau ada usulan yang tak terserap dalam musrenbang, saya siap menggelontorkan dana aspirasi saya,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bappeda Kota Depok, Widyati Riandani mengapresiasi Kelurahan Duren Seribu yang memiliki inovasi pengembangan wisata dan budaya.

“Saat ini setiap kelurahan memiliki anggaran sendiri, begitu juga kecamatan yang mengelola anggaran lebih besar dari dinas saat ini. Kami minta agar setiap kelurahan lebih focus untuk membahas usulan dari tiap RT agar bisa dirunut kembali. Anggaran Rp 2,7 miliar ini untuk kegiatan pembangunan dan yang Rp 1 miliarnya khusus infrastruktur,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here