Bentuk Dukungan untuk Pemerintah Kota, Ratusan Emak-emak Tolak LGBT

96
Ratusan emak-emak malkuakan aksi dipinggir jalan sebagai bentuk menolak LGBT di Depok

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Ratusan warga yang didominasi ibu-ibu majelis taklim di Sukmajaya menggelar aksi untuk rasa menolak keras keberadaan Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender atau LGBT di Kota Depok. Mereka mendukung razia terhadap pelaku LGBT.

Berdasarkan pantauan, ibu-ibu tersebut melakukan orasi dan membentangkan spanduk berisi aksi dukungan terhadap Pemerintah Depok untuk melakukan razia LGBT. Tak hanya itu mereka mengecam para pelaku maupun pendukung LGBT. Aksi diakukan di pelataran Masjid Al Islah di Jalan Raden Saleh, Kecamatan Sukmajaya pada Rabu (15/1). Para jamaah juga melakukan doa bersama agar Kota Depok tetap nyaman, aman dan religius.

Salah satu ulama Kota Depok, Roby Dongkal, mengatakan LGBT merupakan sebuah penyakit dan bukan untuk dilindungi tapi untuk disembuhkan. Dengan melindungi LGBT bukan solusi atas keberlangsungan keamanan warga Depok.

“Kami berharap aparat tak gentar dan tetap melaksanakan instruksi wali kota dengan melakukan razia terkait perilaku seks menyimpang tersebut,” katanya.

Roby juga menyinggung Komisi Nasional Hak Asasi dan Manusia (Komnas HAM) yang melayangkan surat kritikan terhadap langkah tegas Pemerintah Depok.

“Kami berharap Pemkot Depok terus melaksanakan apa yang diintruksikan wali kota yaitu razia LGBT. Kami sangat mendukung instruksi wali kota,” ujarnya.

Roby menilai langkah Wali Kota Depok dengan intruksi yang beredar saat ini sangatlah tepat dan efektif dalam menekan perilaku LGBT di kota ini.

“Kita yang ada di kota ini semuanya menginginkan Depok dalam keadaan aman, kondusif, dan sesuai visi yaitu menjadikan Depok kota yang religius,” tuturnya.

Dia bersama jamaah lainnya akan mendatangi DPRD dan menggelar aksi ke Komnas HAM agar segera mencabut surat kritikan yang dilayangkan ke wali kota.

Dilokasi sama, Ketua Tamami Kota Depok Kiai Abu Bakar Madris menambahkan aksi penolakan LGBT ini sebagai langkah sesuai dengan tagline Depok yang mengedepankan sisi religius sebagai kota yang beragama.

“Religius itu mengedepankan sisi keagamaan bukan hanya Islam tapi semua agama dan konsep seluruh agama tidak ada yang menerima LGBT,” jelasnya.

Dirinya menilai perilaku LGBT tidak hanya merugikan para pelakunya, tapi juga berimbas pada banyak pihak.

“Kita tahu yang melakukan mereka, yang rusak diri mereka, tapi yang kena azab kan kita semua. Karena itu kami minta DPR meninjau kembali tentang undang-undang yang melarang adanya perilaku LGBT,” terangnya.

Ustadzah Khodijah sebagai perwakilan majelis taklim kaum ibu se Kota Depok mengatakan pihaknya sangat mengecam terjadinya perilaku LGBT.

“Kami para ibu mengecam dan melarang keras tentang adanya LGBT. Karena LGBT merusak moral bangsa, akidah dan merusak generasi bangsa. Semoga Allah mengutuk keras mereka yang mendukung LGBT,” tegasnya.

Warga juga mendesak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) segera mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) anti LGBT.

“Kami mendesak DPRD Kota Depok untuk segera mensahkan Perda Anti LGBT,” pungkasnya.n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here