Warga Tuntut Kontraktor Tol Cijago Bangun Resapan Air

113
Terlihat mulus kondisi Tol Cijago

Limo | jurnaldepok.id
Pembangunan ruas jalan Tol Depok – Antasari (Desari) dan Tol Cinere – Jagorawi (Cijago) memang dapat memberikan kemudahan transportasi bagi warga tak terkecuali warga Kelurahan Grogol dan Krukut, Kecamatan Limo, serta warga Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere.

Namun disisi lain pembangunan ruas jalan tanpa hambatan itu ternyata menimbulkan permasalan bagi warga yang bermukim disekitar konstruksi jalan tol, diantaranya meningkatnya volume genangan air saat terjadi hujan yang menyebabkan kawasan permukiman warga terendam banjir.

Untuk mengantisipasi berulangnya banjir akibat areal resapan air habis tergerus konstruksi tol, tidak ada cara lain selain membangung kembali resapan air di kawasan seputar jalan tol dan itu harus dilakukan oleh pengembang jalan tol agar warga seputar jalan tol tidak menjadi bulan bulan banjir saat musim hujan.

Demikian diungkapkan Hamzah salah satu warga Kelurahan Krukut Kecamatan Limo saat ditanya soal untung rugi nya pembangunan jalan tol bagi warga.

“Memang disatu sisi pembangunan tol menguntungkan warga diantaranya harga tanah menjadi melambung, namun bukan berarti tidak ada faktor yang merugikan warga karena sekarang saja volume banjir drastis meningkat saat hujan ini disebabkan resapan air yang tadi nya ada, sekarang habis tergerus pembangunan tol, makanya untuk mengantisipasi potensi banjir yang lebih besar lagi, pengembang tol harus membangun Situ Buatan diseputar konstruksi jalan tol sebagai wadah resapan air agar wilayah sekitar tol tidak lagi menjadi sasaran tumpahan air hujan dan air kali yang meluap, ” ulas Hamzah.

Dikatakan Hamzah, sejauh ini pihak Kontraktor jalan tol hanya membuat wadah penampungan air diseputar konstruksi jalan tol dan itu lanjut dia tidak cukup untuk menggantikan fungsi resapan air yang selama ini ada dan telah berubah menjadi jalan tol.

“Memang ada saya lihat semacam waduk kecil buat penampung air, tapi itu sangat tidak cukup untuk mengakomodir luaoan air pasca hujan, dan buktinya air lebih banyak yang tumpah dan menggenangi permukiman warga, ” imbuhnya.

Harapan senada disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Depok, H. Tajudin Tabri.
Dikatakan Tajudin, sejauh ini sudah cukup banyak permasalahan yang timbul sebagai ekses dari pembangunan jalan tol Desari dan sebagian permasalahan belum terselesaikan.

“Sejak pembangunan tol dimulai, sudah banyak masalah yang merugikan warga, dan sampai sekarang masih ada yang belum terselesaikan, ” pungkas Tajudin. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here