Alasan Teknis, Buang Sampah Depok Ke Nambo Molor Lagi

156
Salah seorang warga saat melihat tumpukkan sampah di TPA Cipayung

Margonda | jurnaldepok.id
Rencana Pemerintah Kota Depok untuk membuang sampah ke TPA Lulut Nambo pada akhir tahun lalu pupus sudah. Pasalnya, hingga akhir tahun kemarin masalah teknis di lokasi tersebut belum terselesaikan.

Walikota Depok, Mohammad Idris sesungguhnya sudah mendorong MoU dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penggunaan TPA Lulut Nambo untuk bisa digunakan tahun lalu.

“Namun informasinya ada kesalahan teknis sehingga akan diundur sampai bulan Juni, mudah-mudahan tidak meleset lagi sehingga Depok bisa menggunakan itu,” ujarnya, kemarin.

Untuk mengantisipasi melubernya sampah di TPA Cipayung, pihaknya kini sedang melakukan kajian pengelolaan sampah per kecamatan.

“Jadi nanti sampah-sampah habis dan tuntas di setiap kecamatan, ini sedang dikaji dan tidak dibuang lagi ke TPA, tapi residu atau sisa-siasa masih tetap dibuang, itupun tetap diolah dan sudah ada yang berminat dari perusahaan untuk mengambil limbahnya,” paparnya.

Senada dengan Idris, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H Imam Budi Hartono mengungkapkan adanya kegiatan fisik lanjutan yang belum selesai karena tahun lalu ada anggaran yang harus dibayarkan Pemprov.

“Sekarang sudah selesai urusan anggaran tersebut, penyandang dana sudah selesai tinggal menggenjot percepatan progres lapangan. Namun karena sudah ada keterlambatan, diperkirakan akan ada keterlambatan operasional yang tadinya direncanakan bulan Juni 2020, menjadi Oktober 2020,” tandas Imam.

Pria yang akrab disapa IBH itu menambahkan, Dinas Lingkungan Hidup Jabar nantinya akan mengundang seluruh daerah terkait, untuk penjelasan tentang hal tersebut.

“Surat Bupati soal tuntutan kompensasi lahan mereka seluas 15 hektar di Nambo yang menjadi bagian dari TPPAS akan dibicarakan antara Jabar dan Kabupaten Bogor,” katanya.

Hingga kini, politisi PKS itu menjelaskan bahwa kompensasinya belum disepakati seperti apa.

“Diantaranya mereka minta keringanan tipping fee atau bisa saja diganti lahan lain,” ungkapnya.

Untuk sementara waktu, IBH meminta Pemkot Depok harus lebih gencar menggerakkan warganya memilah sampah, sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA Cipayung akan berkurang.

“Selain itu bangun gerakan bersama dengan lurah, RT dan RW agar semua warga memilah sampah. Berikan fasilitas dan alat-alat untuk warga dalam memilah sampah, agar gerakan ini berhasil dan beri reward ke RW yang bisa melakuan zero waste. Tentu saya di Jabar akan kawal terus untuk masalah Nambo,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here