Ganja Pasir Putih Ternyata Dikendalikan dari Dalam Lapas

198
Kapolresta Depok beserta jajaran saat merilis barang bukti ganja kering yang ditemukan di wilayah Pasir Putih

Sawangan | jurnaldepok.id
Petugas Polres Metro Depok menemukan puluhan kilogram ganja saat bencana banjir yang terjadi di Depok. Puluhan ganja tersebut berada di sebuah rumah yang dikontrak oleh pelaku. Ganja tersebut ditemukan di Perum Villa Bunggur Indah RT 02/ RW 01 Kelurahan Pasir Putih (Pasput), Kecamatan Sawangan, Depok.

Saat ditemukan, puluhan kilogram ganja itu disimpan dalam karung di dalam rumah. Diketahui, pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang kerja bakti pada Kamis (2/1) sore pukul 15.30 WIB.

Ketika banjir, warga mengetuk salah satu rumah yang tidak ada penghuni. Kemudian ketika dibuka pintunya dilihat ada puluhan bungkusan lakban cokelat.

“Kami insiatif panggil ketua RT untuk bongkar rumah itu dan dibersihkan,” kata Said salah satu warga.

Kemudian warga melaporkan ke polisi. Tak lama kemudian petugas datang dan mengamankan puluhan ganja tersebut.

“Kami kaget dan langsung hubungi polisi,” tambahnya.

Said menuturkan dirinya tidak mengenal pemilik rumah. Pelaku baru dua bulan tinggal di kontrakan tersebut. “Saya belum kenal namanya, tapi sejauh ini sih orangnya baik, nggak nyangka aja,” paparnya.

Sementara itu Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, dari rumah tersebut diamankan 51 kilogram ganja. Saat itu pihaknya dan TNI sedang meninjau banjir.

“Ternyata didapati benda mencurigakan dan setelah dicek diperiksa ternyata itu ganja siap untuk diperjualbelikan. Kemudian dari penemuan tersebut kita dalami dan didapatkan tersangka atas nama Sadan,” katanya.

Kapolres mengungkapkan jika pelaku adalah residivis. Dia pernah mendekam di sel selama lima tahun sejak tahun 2013-2018. Pelaku mendapatkan barang itu dari jaringan yang ada di Cipinang.Selain ganja ditemukan juga sabu.

“Ganja ditemukan di kontrakan. Sabu ditemukan di tubuh pelaku. Yang bersangkutan dijerat pasal 114 tahun 2009 dengan ancaman hukumannya seumur hidup,” terangnya.

Kepada petugas kepolisian, Sadan mengaku telah lama menjual narkoba. Sejak usia remaja dia sudah melakukan transaksi jual narkoba.

“Sdah dari umur 15 tahun,” kata pelaku.

Dia mengaku hanya sebagai kurir. Ia mendapatkan honor dari penjualan narkoba.

“Saya hanya antar saja. Uang ditransfer ke yang ada di Cipinang,” tandasnya.n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here