Pengerjaan Proyek Tak Selesai Sesuai Jadwal, Puluhan Kontraktor Didenda

395
Dadan Rustandi

Margonda | jurnaldepok.id
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, H Dadan Rustandi memastikan puluhan kontraktor yang mengerjakan proyek menggunakan APBD Depok terkena sanksi penalti.

Hal itu dilakukan PUPR lantaran para kontraktor tak komitmen menyelesaikan pekerjaannya sesuai waktu yang telah ditentukan.

“Hingga saat ini sudah banyak perusahaan yang terkena penalti, jumlahnya mencapai puluhan. Mereka tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya sesuai masa kontrak, dari itu kami berikan mereka penalti sesuai aturan,” ujar Dadan kepada Jurnal Depok, Kamis (26/12).

Dadan mengatakan, pihaknya terpaksa mengambil tindakkan tegas kepada kontraktor dikarenakan tidak komitmen meyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang telah direncanakan. Dari itu, pihaknya akan menjatuhkan sanksi berupa denda kepada pihak kontraktor.

“Kami sudah lakukan teguran sampai batas waktunya tidak selesai maka kena penalti. Sanksinya denda sebesar satu per mil dari nilai kontrak, semisal nilai kontraknya Rp 1miliar maka jika sudah lewat dari tanggal pengerjaan dipotong pembayarannya sebesar Rp 1 juta per hari,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, waktu penalti hanya diberlakukan selama 50 hari dari batas akhir waktu kontrak pekerjaan.

“Dikalikan saja berapa hari yang kena penalti, maka setiap hari akan dipotong pembayarannya dari nilai kontrak. Jika lewat dari waktu penalti (50 hari,red) maka proyek tersebut berstatus cut off dan kontraktor terkena black list serta pembayarannya akan ditunda di tahun depan,” jelasnya.

Dadan menandaskan, hingga saat ini masih ada beberapa proyek infrastruktur yang progresnya masih dibawah 50 persen.

“Proyek jalan dan drainase saat ini ada yang sedang dikebut, itu hasil lelang.Yang krusial betonisasi dan pelebaran Jalan Cinere, saat ini sedang proses dan dikebut,” katanya.

Namun begitu, Dadan optimistis proyek infrastruktur di tahun ini akan terserap secara maksimal. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here