Ngaku Sudah Kumpulin 9 Ribu KTP, Calon Independen Ini Coba-coba Maju Di Pilkada Depok

230
Yurgen Sutarno dan Reza Zaki

Margonda | jurnaldepok.id
Bakal calon Walikota Depok dari jalur independen, Yurgen Sutarno dan Reza Zaki sebagai wakilnya resmi mendeklarasikan diri mengikuti Pilkada Depok yang bakal dihelat pada 23 September 2020 mendatang.

Dalam acara deklarasi di Jalan Margonda, Kecamatan Beji pada, Selasa (24/12) Yurgen mengatakan bahwa dirinya bersama Zaki bakal maju menjadi bakal pasangan calon dari jalur independen dengan membawa gagasan baru untuk Kota Depok yang lebih baik lagi kedepannya.

“Hampir 15 tahun Kota Depok dikelola secara amatir dan tidak ilmiah serta berbagai persoalan seperti, pengangguran, kemacetan, banjir. Minimnya RTH, sampah hingga rumitnya pelayanan publik yang tidak tertangani secara serius. Untuk itulah kami datang dari jalur independen menawarkan berbagi gagasan untuk warga Depok,” ujarnya.

Lebih lanjut, bakal pasangan calon yang mengusung hastag BenerinDepok2020 tersebut mengatakan gagasan itu terangkum dalam delapan program utama yang bakal diperjuangkan jika terpilih dalam pilkada nantinya.

“Ada delapan program utama yang akan kami perjuangkan dan realisasikan jika terpilih nanti,”katanya.

Delapan program utama tersebut antara lain transportasi massal berbasis rel untuk mengurai kemacetan. Kedua, penanggulangan kemiskinan dengan memberikan Rp2 juta/tahun untuk tiap keluarga miskin. Ketiga, mengurangi angka pengangguran dengan program link and match. Keempat, fokus pada peningkatan pendidikan.

Kelima, digitalisasi pelayanan kesehatan. Keenam, reformasi pelayanan publik. Ketujuh, membuka banyak Ruang Terbuka Hijau. Delapan, memperbaiki pengelolaan sampah Kota Depok.

” Delapan Program utama tersebut adalah bentuk gagasan baru yang akan kami perjuangan untuk masyarakat agar nyaman tinggal di Depok dan kami tidak akan membiarkan Kota Depok yang kami cintai ini dikelola secara amatir dalam 5 tahun kedepan,” paparnya.

Untuk mampu menembus bursa Pilkada Depok 2020 mendatang, kata Yurgen, pihaknya harus mampu mengumpulkan 8,5 persen dari total DPT atau sekitar 85 ribu KTP.

“Alhamdulillah, kami telah mengumpulkan sekitar 9 ribu KTP dalam kurun waktu sebulan terakhir sejak mendeklarasikan diri maju menjadi bacalon wali kota Depok di media sosial. Saat ini kami akan fokus pada pengumpulan KTP dan turun langsung kemasyarakat,” ungkapnya.

Sebagai pasangan yang mendeklarasikan diri dari jalur independent, Yurgen dan Reza pun harus siap dengan sejumlah persyaratan yang berlaku. Salah satunya adalah wajib menyertakan dukungan dari 85.107 Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat mendaftar pada 16,17,18 Juni 2020. Waktu penyerahan syarat dukungan 19 Februari 2020. Namun sampai saat ini, keduanya baru memiliki 9.426 KTP.

Menanggapi hal tersebut, Yurgen dan Reza serta para pendukungnya optimis mampu meraih target hingga 120 ribu KTP. Salah satunya dengan mengandalkan media sosial dan kerja keras para relawan.

Saat disinggung soal dana atau anggaran yang disiapkan untuk bertarung di Pilkada Depok, Yurgen dan Reza mengaku menggunakan uang pribadi. Namun mereka merahasiakan jumlah aset yang dimiliki saat ini.

“Sejauh ini kita pakai uang pribadi ya karna kali anak muda keterbatasannya luar biasa,” ucap Reza

Terkait hal itu, Yurgen dan Reza sempat mencoba untuk menggalang donasi dan telah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah. Namun hal itu urung dilakukan karena terbentur dengan aturan yang berlaku.

“Dari mereka (KPUD) silahkan, cuma kami dapat saran dari beberapa pihak ada undang-undang pengumpulan dana dan barang dan itu hanya dikumpulkan oleh badan hukum, kami kan bukan badan hukum,”katanya.

Atas dasar itulah, lanjut Reza, saat ini pihaknya memilih menggunakan dana pribadi.

“Yang jelas kita yang ada aja, enggak tau harus berapa yang penting jadi 85.107 KTP,” pungkasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here