Alasan Bantu Suami, Ibu Dua Anak Nekat Bobol Rumah Kos

47
Kapolresta Depok saat menunjukkan barang bukti hasil curian ibu dua anak

Margonda | jurnaldepok.id
DL seorang ibu rumah tangga diamankan aparat Polresta Depok karena diduga melakukan pencurian barang di rumah kos di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji.

Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya juga telah mengamankan pelaku dengan modus operandi yang sama. Yakni mengambil kesempatan ketika sang pemilik rumah atau pemilik barang atau properti sedang lalai.

“Misalnya rumah tidak dikunci, pagar terbuka dengan kondisi barang tergeletak sembarangan. Karena mereka ini sasarannya random (acak), mereka jalan seperti orang biasa kemudian mengambil barang milik orang lain,” katanya.

Dikatakan Azis pelaku sudah melakukan aksi serupa di tempat kejadian perkara (TKP) yakni di kos-kosan yang berbeda.

Kapolres menerangkan awalnya pelaku berangkat dari rumahnya di kawasan Bojong Gede, kemudian ke Stasiun Bojong Gede dan berhenti di Stasiun Universitas Indonesia.

“Kemudian berjalan ke arah kos-kosan di sekitar kampus, lalu menunggu kesempatan dari kelalaian penunggu rumah,” ujar Azis.

Sialnya bagi pelaku dari sekian banyak TKP yang disambangi, beberapa diantaranya memasang Closed Circuit Television (CCTV).

“Sehingga wajah dan ciri-ciri khas pelaku bisa kita identifikasi dan pada 19 Desember lalu kemudian dilakukan penangkapan,” jelasnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan alat bukti yakni dua unit laptop bermerek Dell dan Lenovo. Pihaknya masih terus mengembangkan dengan mencari barang bukti dari semua TKP yang didatangi pelaku.

“Dia melakukan aksinya bersama temannya yang sampai saat ini belum tertangkap, dari 10 TKP itu dia juga mengambil handphone dan barang elektronik lainnya,” tutur Azis.

Atas perbuatannya itu, DL diancam Pasal 362 dan 363 tentang pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun
penjara.

Sementara itu, pelaku beralasan dirinya melakukan kejahatan karena gaji suaminya yang bekerja sebagai penjaga kereta tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Saya mencuri buat bantu suami, beli susu sama biaya sekolah anak, suami awalnya enggak tahu (soal pencurian) tapi sekarang sudah tahu (ketika ditangkap polisi),” ungkapnya.

Dari pengakuannya juga, DL melakukan pencurian baru satu kali yakni pada 27 November. Sebelumnya, pelaku mengatakan hanya diajak rekannya yang anehnya sampai saat ini dirinya tak mengetahui siapa nama dan nomor telepon temannya tersebut.

“Saya juga disuruh dari temannya teman saya itu, selama ini saya hanya diajak dan kebagian dikasih barang (hasil curiannya) saja (untuk dijualkan),” paparnya.

Dalam satu bulan pelaku harus mengeluarkan uang sebesar Rp 1,2 juta untuk kebutuhan susu dan biaya sekolah anaknya. DL mengenal seorang teman yang dikenalnya pada tahun 2013 lalu. Sejak saat itu pelaku kerap diajak temannya untuk melakukan pencurian.

“Tapi akhirnya saya berhenti karena punya bayi, baru mulai lagi tahun ini,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here