191 Bus AKAP Yang Digunakan Mudik Nataru Dinyatakan Kurang Layak

59
Kadishub Kota Depok saat memeriksa kelengkapan Bus AKAP

Tapos | jurnaldepok.id
Dinas Perhubungan Kota Depok memberikan teguran yang ditujukan kepada 191 bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) di Terminal Jatijajar.

Kepala Dishub Kota Depok Dadang Wihana, mengatakan dari 242 bus yang di ram cek di terminal bus Jatijajar, Tapos Jalan Raya Bogor mendapatkan teguran dan sanksi untuk melengkapi kekurangan yang ada.

Dia menuturkan ada 191 unit bus dari 242 unit bus yang dilakukan ram cek mulai 25 November 2019 hingga pertengahan Desember 2019 yang ditegur dan diberikan sanksi untuk melengkapi kekurangan kelengkapan kendaraan.

Kegiatan ram cek dilaksanakan oleh Dishub Depok, Polres Depok dan BPTJ untuk memeriksa kelengkapan dokumen dan kelaikan kendaraan bus yang akan melakukan perjalanan menjelang Natal dan Tahun Baru 2020.

Menurut dia, kebanyakan bus yang dikenakan sanksi dan teguran karena kelengkapan antara lain sabuk pengaman, APAR, sen, lampu mundur, wifer, kartu pengawasan belum diperbaharui, ban dan lainnya.

Selain melakukan pengecekan terhadap kendaraan atau bus pihaknya juga melakukan pengecekan kesehatan kepada pengemudi atau sopir seperti tekanan darah hingga pemeriksaan urine.

“Semua kendaraan yang ditegur dan dikenakan sanksi harus melengkapi kekurangan yang ada walaupun sifatnya kecil tapi berpengaruh pada jaminan keselamatan di perjalanan,” ucapnya.

Dadan menambahkan untuk lonjakan penumpang di terminal bus Jatijajar ada kenaikkan 40 persen dari hari biasa dan jumlah bus ke luar sangat cukup.

“Kita melakukan pencegahan dini terhadap kecelakaan yang diakibatkan karena masalah teknis kendaraan,” katanya.

Tak hanya itu, untuk benar-benar memastikan kesiapan, Dishub juga mengecek kondisi sang sopir angkutan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan mudik maupun arus balik.

“Kami bersama Dinkes Kota Depok dilakukan tes urin terhadap para sopir angkutan pada 20 Desember,” papar Dadang.

Dadang mengatakan, pihaknya juga telah bekerja sama dengan dinas terkait dan Kepolisian. Hal tersebut dimaksudkan agar bersama-sama mengawal jalannya arus mudik serta arus balik libur Natal dan tahun baru.

“Kami menyiapkan kurang lebih 300 personel untuk mengamankan lalu lintas dari tanggal 24 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020,” paparnya.

Guna mendukung kelancaran arus mudik Natal dan tahun baru, Dishub akan memantau melalui Area Traffic Control System (ATCS), termasuk di titik-titik yang rawan kemacetan.

Tak hanya itu, katanya, untuk titik-titik yang dinilai rawan kemacetan akan dilakukan upaya rekayasa lalu lintas.

Dengan demikian, diharapkan bisa membantu mengurai kemacetan dan membantu kelancaran perjalanan saat libur Natal dan tahun baru.

“Tentu upaya rekayasa arus lalu lintas tetap kami lakukan bersama dengan teman-teman kepolisian. Khususnya di titik-titik yang selama ini rawan macet,” tutupnya.nCR-J

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here