Hiswana Migas ‘Sweeping’ Restaurant Yang Menggunakan Elpiji 3kg

73
Margonda | jurnaldepok.id
Satuan Tugas Hiswana Migas Bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok, menggelar sidak penyalahgunaan gas elpiji ukuran 3 kilogram ke sejumlah rumah makan dan restoran di wilayah Margonda, Kecamatan Beji.
Salah satu restoran yang disidak adalah Rumah Makan Jalan Margonda.
Petugas menemukan sekitar empat tabung gas ukuran 3 kilogram.
Saat dimintai keterangan, pengelola restoran menyatakan dalam sehari ia bisa menghabiskan dua hingga lima tabung gas untuk memasak.
Usai sidak, petugas memasang stiker di depan restoran yang berisi keterangan larangan penggunaan tabung gas 3 kg oleh pengusaha restoran.
Ketua Hiswana Migas Kota Depok, M Badri menyebutkan bahwa ada sejumlah restoran yang menjadi target sasaran sidak karena mereka masih menggunakan tabung gas 3 Kg
“Kami temukan ada lima resto yang kita sidak dan ternyata mereka gunakan tabung gas 3Kg,”katanya.
Sebelumnya pada tahun 2016 lalu Walikota Depok sudah mengeluarkan Surat Edaran terkait penggunaan gas tiga Killogram dan melarang rumah makan atau restauram untuk menggunakan tabung 5,5 Kg dan 12 Kg.
Dia menambahkan, sidak ke rumah makan atau restauran sebagai salah satu upaya untuk mengatasi masalah kelangkaan gas elpiji isi ulang 3 kilogram.
Kelangkaan gas bersubsidi dalam tabung hijau yang dijuluki ‘melon’ itu diketahui karena tingginya permintaan akan bahan bakar tersebut.
Ia mengatakan, gas elpiji 3 kilogram tersebut dialokasikan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan usaha mikro kecil. Ironisnya kini pengguna bahan bakar gas tersebut bahkan industri menengah dan hotel.
Dia menjelaskan, pendistribusian gas elpiji isi ulang 3 kilogram tersebut salah sasaran sehingga memacu kelangkaan
Restauran atau rumah makan yang menggunakan gas tiga Kg belum dikenakan sanksi, sifatnya masih melakukan teguran dan mengimbau mereka untuk beralih gas 5,5Kg atau 12 Kg.
“Kami baru berikan teguran saja, diimbau mereka gunakan gas 5,5 atau 12 Kg, karena gas 3 kg hanya untuk warga tidak mampu,”katanya.
Peran aktif agen dalam mendistribusikan gas tepat sasaran juga menjadi langkah penting mengatasi masalah kelangkaan bahan bakar bersubsidi itu.
Dia menambahkan bersama Pertamina dan Hiswanamigas pihaknya tentu akan berupaya optimal mengembalikan hak masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan bahan bakar bersubsidi tersebut.
Penasehat Hiswana Migas, M. Athar Susanto mengatakan, tambahan elpiji tersebut akan dipasok secara bertahap. Yaitu mulai tanggal 07 hingga 28 Desember mendatang.
“Pasokan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 120.000 tabung  mulai tanggal 7, 14, 21, dan 28 Desember. Sementara 25 Desember nanti akan ditambah lagi sebanyak 60.000 tabung.
Athar menjelaskan, kebutuhan elpiji 3 kg di Kota Depok mencapai 54.807  tabung per hari. Agar kebutuhan tetap terpenuhi, seluruh agen dan pangkalan juga akan tetap beroperasi saat Hari Raya Natal dan tahun baru.
” Jumlah agen elpiji 3 kg di Depok ada 29 agen dan 840 pangkalan yang tersebar di 11 kecamatan. Seluruhnya tetap beroperasi saat Natal dan tahun baru nanti,” ujarnya.
Dengan tambahan pasokan tersebut, pihaknya menjamin stok elpiji 3 kg di Kota Depok cukup hingga tahun baru nanti. Untuk itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan elpiji.
“Jadi, kita harapkan masyarakat tidak khawatir karena stoknya cukup hingga tahun baru nanti, Termasuk elpiji non subsidi yaitu 5,5 kg dan 12 kg,” tandasnya.nCR-JD1

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here