Tak Mau Kecewakan Pelanggan, PDAM Maksimalkan Pelayanan

55
Dirut PDAM Tirta Asasta Kota Depok, M Olik saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Keseimbangan Hak dan Kewajiban antara PDAM dan Pelanggan

Margonda | jurnaldepok.id
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok, M Olik Abdul Holik mengungkapkan, bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan.

“Alhamdulillah sejauh ini pelayanan kami sudah sesuai harapan pelanggan, keluhan pelanggan 100 persen sudah terlayani dan tertangani. Minimal penanganan 12 jam sudah tertangani, respon time juga akan kami rapihkan. Kami berkomitmen kapan pun pelenggan mengeluh terkait pelayanan secepat mungkin kami layani,” ujar Olik kepada Jurnal Depok, Kamis (19/12).

Pernyataan tersebut diungkapkan Olik di sela-sela acara Sosialisasi Keseimbangan Hak dan Kewajiban antara PDAM dan Pelanggan Serta Sosialisasi Survey Kepuasan Pelanggan PDAM Tirta Asasta Kota Depok Tahun 2019 di salah satu hotel di kawasan Margonda.

Olik menambahkan, terkait hak dan kewajiban pelanggan pihaknya sudah memiliki Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Disana tertera kewajiban PDAM seperti apa dan hak pelanggan apa, begitu juga sebaliknya kewajiban pelanggan apa dan hak PDAM seperti apa, itu ada dalam bentuk perjanjian. Sehingga jelas kewajiban PDAM sampai mana dan hak pelanggan sampai mana. Sebagai contoh jika dalam seharian mati maka akan ada semacam kompensasi itu tertera dalam perjanjiannya,” paparnya.

Sejauh ini, sambungnya, masalah yang sering dikeluhkan oleh pelanggan awalnya masalah tekanan air di beberapa wilayah yang sangat kecil.

“Alhamdulillah seiring dengan berkembangnya teknologi masalah itu terselesaikan, sekarang yang sedikit bermasalah terkait kualitas, namun kami bersyukur hal itu sudah berkurang jika dibandingkan beberapa tahun lalu,” terangnya didampingi Direktur Umum dan Direktur Operasional.

Saat ini pihaknya juga tengah mengantisipasi intensitas hujan besar yang berdampak pada gangguan intake di Ipa Citayam dan Ipa Legong.

“Saat ini dalam proses peninggian intake, sehingga jika terjadi banjir besar pompa tidak mati dan terendam lumpur. Selain itu kami juga tengah memperbanyak reservoir, target kami 24 jam. Jika mati dalam waktu 24 jam pelanggan masih bisa terlayani, ada beberapa titik yang kami buat dan paling besar 20 ribu kubik di instalasi pengolahan Legong. Kami juga membuka call center dan SMS center untuk pengaduan pelanggan,” katanya.

Sementara itu Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Hardiono mengungkapkan saat ini PDAM Tirta Asasta masuk dalam kategori baik.

“Ini hasil penilaian dan audit akuntan publik serta BPKP. Terkait kepuasan pelayanan juga disurvei oleh konsultan khusus pelanggan,” tandasnya.

Kedepan, Hardiono berharap PDAM Tirta Asasta terus berinovasi dalam hal pelayanan kepada masyarakat, salah satunya memberikan kemudahan informasi.

“PDAM kedepan harus terintegrasi dengan DSW sehingga akan lebih mudah, salama ini mungkin harus buka website terlebih dahulu. Kalau sudah terintegrasi dengan DSW tinggal klik saja dan menu jenis pelayanannya keluar,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here