Material Sisa Bangunan Kantor Kelurahan Limo Raib

109
AA. Abdul Koir

Limo | jurnaldepok.id
Kepala Kantor Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, A. A. Abdul Koir mengaku bingung tatkala memantau hasil pembangunan kantor kelurahan. Pasalnya, kata dia, material bekas bangunan kantor seperti Kusen, Pintu, Jendela dan material bekas bangunan lainnya sudah tidak ada dilokasi Kantor alias raib.

“Saya sudah periksa disemua ruangan Kantor ternyata material bekas bangunan sudah tidak ada entah dibawa kemana oleh pemborong, padahal sebelumnya saya sudah berucap kepada beberapa warga untuk menghibahkan material bekas bangunan akan dioptimalkan untuk pembangunan sarana prasarana umum seperti Posyandu, Musholah, Pos Ronda dan fasilitas umum lainnya, ” ujar AA. Abdul Khoir kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakan AA, seharusnya sebelum kontraktor pelaksana pergi harus ada serah terima baik hasil pekerjaan bangunan maupun material bekas bangunan kepada pihak Kelurahan.

“Belum ada serah terima, tapi sudah tidak ada tukang yang bekerja itu artinya proses pengerjaan renovasi sudah selesai, harusnya sebelum pemborong pergi ada berita acara serah terima, ” imbuhnya.

Ungkapan rasa kesal juga dilontarkan oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, (LPM) Kelurahan Limo, Abdul Hamid.

Dikatakan Hamid, sejak awal dirinya sudah tidak respek dengan sikap kontraktor pelaksana renovasi Kantor Kelurahan Limo, pasalnya kata dia tidak pernah ada koordinasi atau laporan terkait pelaksanaan pekerjaan renovasi tersebut.

“Jangankan koordinasi, laporan saja tidak ada, dan lebih parahnya lagi, hasil pekerjaan sangat buruk, dan sekarang barang bekas bangunan raib, kan yang megang konci Kantor Kelurahan itu pemborong, jadi merekalah yang menguasai dan bertanggung jawab terhadap barang bekas bangunan untuk kemudian diserahkan kepada Kelurahan, ” ujar Abdul Hamid, kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dia mendesak kepada Lurah dan Dinas pengadaan proyek Renovasi Kantor Kelurahan untuk mempertanyakan masalah barang bekas bangunan kepada pemborong.

“Yang jelas sekarang barang bekas bangunan sudah tidak ada, entah dijual atau dibawa kemana oleh pemborong, itu perlu ditindak karena barang itu milik negara, ” tegas Abdul Hamid. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here