Tangani Teror Ular Di Depok, Walikota Bantah Terjunkan BIN

132
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris secara tegas membantah akan melibatkan Badan Intelejen Negara (BIN) dalam menangani maraknya kasus ular yang terjadi di Kota Depok.

“Itu salah ngutip, saya hanya bercerita dulu pernah di Timur Tengah ada kasus seperti ini. Tapi di Depok saya bilang kaji lebih dalam penyebabnya apa, memang sudah ada ahlinya ternyata ini masalah alam saja, pergantian musim dan masalah kebersihan,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Rabu (18/12).

Dengan banyaknya bangunan-bangunan di area sawah, sambungnya, habitat ular akan berpindah ke tempat yang tidak jauh dari tempat-tempat yang kotor juga.

“Makanya saya akan buat edaran antisipasi adanya ular seperti ini, rumah yang kotor untuk segera dibersihkan menggunakan alat yang bisa mengusir ular. Tidak cukup (Damkar,red) tapi harus berkolaborasi dengan camat, lurah, RW, RT harus diberikan penyuluhan tentang ini termasuk nanti tindakkan kuratifnya, ketika nanti ada yang digigit ular tindakkannya seperti apa, RSUD maupun puskesmas harus menyiapkan obatnya,” paparnya.

Jadi, kata dia, bukan intelejen seperti BIN yang dilibatkan dalam penanganan hal itu.

“Itu hanya cerita dulu saya disana (Timur Tengah,red), mungkin ada salah kutip bahwa saya akan memberdayakan BIN untuk pengawasan, enggak ada kesana. Saya bilang agar dikaji lebih dalam ini factor alam atau bukan, saya cerita mungkin ngutipnya itu disambung supaya nanti memberdayakan BIN, itu enggak ada,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk menangani wabah ular pihaknya mengandeng beberapa pakar hewan dan akademisi dari UI. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here