Catok Bocah Di Kawasan Beji, Teror Ular Makin Meluas

309
Salah seorang warga berhasil menangkap ular yang terus meneror masyarakat

Beji | jurnaldepok.id
Teror ular berkeliaran di lingkungan terus terjadi. Bahkan satu anak harus dilarikan ke salah satu rumah sakit pasca dipatok anak ular.

Ricky Saputra warga di Kemirijaya, Kelurahan Beji, dipatok ular jenis kobra saat bermain di rumahnya.

Saat itu Ricky sedang bermain bersama rekannya di depan teras rumahnya, saat bermain dia bersama teman-temannya berusaha menangkap dua anak ekor ular.

“Yang satu berhasil ditangkap lalu dimasukan ke toples, sementara yang satu kabur dan mematok tangan Ricky,” kata salah satu warga Zacky.

Dikabarkan kondisi Rizky Saputra sudah membaik dan diperkenankan pulang ke rumah.

Sementara itu di lokasi lain, warga di RT 04/1 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji menangkap ular jenis sanca batik saat menyantap ayam.

Bayu salah satu warga mengatakan saat itu ular sanca dengan panjang sekitar iga meter tengah memakan ayam di rumah H. Majid.

Tak hanya bermunculan di pemukiman warga,teror ular kobra mulai merebak ke salah satu SMP di Depok. Di Jalan Raya Kalimulya, Cilodong,Kota Depok, anak hingga indukan ular kobra mulai bermunculan di SMPIT Tunas Bangsa sejak dua Minggu belakangan ini.

Guru SMP IT Tunas Bangsa Muhammad Salman mengatakan akibat bermunculan ular kobra, aktivitas belajar di sekolah tersebut sempat terganggu.

“Terganggu juga sih kebetulan sekarang kami lagi class meeting jadi aktivitas lebih banyak di luar kelas,” terangnya.

Lanjut Salman, ia berujar saat ini muridnya dihimbau agar memeriksa sepatunya satu persatu sebelum dipakai. Bahkan rak sepatu yang sebelumnya diletakan di depan kelas, kini dimasukan ke dalam kelas.

“Kami himbau anak-anak kalau pakai sepatu dilihat dulu dan diperiksa. Soalnya kan kalau masuk kelas harus buka sepatu, sekarang rak sepatunya juga di dalam kelas,” jelasnya.

Salman menuturkan total sudah 11 ular kobra yang ditemukan di sekolah tersebut bahkan ada yang ditemukan di depan area kelas. Buntut dari kemunculan ular kobra tersebut Petugas Pemadam Kebakaran Kota Depok melakukan penyisiran ke seluruh penjuru sekolah.

Namun belum ditemukan seekor pun ular kobra seperti yang dilaporkan para guru diSMPIT Tunas Bangsa.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Merdy Setiawan mengatakan saat musim bertelur seperti saat ini, laporan ditemukan ular di pemukiman meningkat hingga dua kali lipat.

“Bulan biasanya kurang lebih lima laporan dalam sebulan, tapi untuk bulan ini sudah 20 laporan,” katanya pada wartawan.

Sedangkan dalam sepekan ini, menurut Merdi, pihaknya mencatat berhasil mengamankan lima jenis ular. Di antaranya, ular sawo coklat satu ekor, kobra Jawa empat ekor dan sanca kembang.

“Lokasinya di wilayah Beji ular kobra, di Jatijajar jenisnya ular sawo coklat, di Kalimulya itu tiga anakan ular kobra induknya kita enggak ketemu tapi ada dan sarangnya sudah kita tangani,” katanya.

Tak hanya masuk ke pemukiman warga, ular juga sempat ditemukan berada di area perkantoran Wali Kota Depok. Beberapa di antaranya belum berhasil ditemukan.

“Yang di Balaikota adanya di gudang obat farmasi dekat parkiran itu belum ketemu sampai sekarang. Itu indikasinya ular kobra. Terus yang di sebelah kirinya di Balaika II sudah ketangkep kobra juga sama itu induk,” katanya.

Lebih lanjut, Komandan Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran Depok ini mengatakan, fenomena maraknya temuan ular terjadi karena memang siklus alami.

“Musim hujan si telurnya itu menetas karena memang kalau bertelurnya itu sekitar dua sampai tiga bulan lalu, cuma nunggu cuaca tambah lembab itu ya jadi menetas,” ujarnya.

Merdi mengimbau, jika ada warga yang mendapati adanya ular di area pemukiman sebaiknya tidak gegabah. Usahakan untuk menghindar namun dengan lebih dulu menandai lokasi atau sarangnya.

“Jangan bertindak, bahaya soalnya. Kalau ular berbisa seperti kobra kan walaupun baru menetas dia venom atau racunnya sama-sama mematikan. Sebaiknya segera menghubungi kami,” tutupnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here