2.500 Anggota Brimob Disiagakan untuk Penanggulangan Bencana

82
BNPB, Basarnas, BMKG dan Brimob saat mengecek kesiapan anggota

Cimanggis| jurnaldepok.id
Sekitar 2.500 anggota pasukan Brigade Mobil (Brimob) dipersiapkan untuk mengantisipasi terjadinya bencana di tanah air.

Pasukan tersebut akan bergabung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Wakil Kepala Korps Brimob Polri Brigjen Pol Abdul Rakhman Baso mengatakan, personel yang tergabung dalam operasi Aman Nusa II ini terbagi menjadi beberapa satuan tugas.

Antara lain Satgas pengungsian dan perlindungan, Satgas Kedokteran dan Kesehatan, Satgas Lidik Sidik, Satgas Bantuan Operasi (Banops).

Seluruh pasukan tersebut siap diterjunkan dalam status tanggap bencana, maupun pasca darurat bencana.

“Khusus Polri selain pengamanan Natal dan Tahun Baru (2020), tidak terlepas dari bahaya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Kami siapkan kurang lebih 2.500 personel Brimob. Jumlah ini, belum termasuk dari setiap Polda,” katanya saat Apel Gelar Pasukan Satgas Opsus Aman Nusa II di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Senin (16/12).

Pihaknya juga telah mempersiapkan sarana pendukung transportasi yang akan membantu kinerja seluruh satuan tugas dalam upaya penyelamatan ketika terjadi bencana.

“Nantinya personel siap digeser ke wilayah – wilayah rawan bencana dengan pencerahan (informasi) dari BNPB, BNPT dan BMKG sehingga kedepan seluruh personel tau dan siap siaga,” ucapnya.

Direktur Penanganan Pengungsi BNPB pusat Johny Sumbung mengapresiasi apel siap siaga personel Brimob. Pihaknya siap memberikan dukungan terutama dalam hal logistik dan peralatan yang mendukung operasi bantuan bencana.

“Ini memperlihatkan Polri, siap menghadapi musim hujan (cuaca ekstrem) dengan titik kerawanannya. Langkah – langkah strategis juga, akan segera kami lakukan,” katanya.

Kasubdit Siaga dan Latihan Basarnas, Nanang Sigit menambahkan ada perhatian khusus terutama di saat musim penghujan yaitu kecelakaan ketika terjadi bencana. Saat Natal dan Tahun Baru, potensi iklim yang buruk sangat rentan terjadinya kecelakaan yang disebabkan bencana alam.

“Ini yang menjadi perhatian khusus, oleh sebab itu kami akan mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh Polri,” katanya.

Data dari BNPB sejak Januari hingga November 2019 telah terjadi 2.829 bencana yaitu berupa angin puting beliungsehunlah 880 kejadian, banjir 657 kejadian, tanah longsor 621 kejadian.

Sedangkan saat musim kemarau terjadi kebakaran hutan sebanyak 508 kejadian, kekeringan 118 kejadian, gempa 24 kejadian, abrasi 13 kejadian, letusan gunung api 7 kejadian.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here