Awas! Anak Ular Kobra Masih Berkeliaran

190
Salah seorang warga saat menemukaan anak ular yang berkeliaran

Beji | jurnaldepok.id
Sekitar lima anak ular cobra ditangkap warga dan pedagang di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji pada Sabtu (14/12).

Agus, anggota Tibsar Pasar Kemirimuka mengatakan pedagang berhasil menangkap satu ekor anak ular jenis cobra saat berada di kios perabotan milik pedagang bernama Uda Pras.

Penangkapan anak ular cobra tersebut lokasinya tidak jauh dari lokasi kios seorang pedagang Wagiman yang digigit anak ular cobra.

“Pedagang menangkap satu anak ular cobra pas berada di kios uda Pras. Diduga anak ular ini yang mengigit pedagang Wagiman,” terangnya.

Agus menambahkan sebelum adanya penangkapan anak ular cobra ini, pedagang Wagiman dipatok ular anak cobra di kiosnya.

Berdasarkan keterangan dari rekan pedagang Sri, kejadian bermula ketika Wagiman sedang beberes di warung sekira pukul 14:30 WIB, Kamis 11 Desember 2019.

“Kejadiannya kemarin sore pas lagi beres-beres terus digigit ular di warung,” katanya.

Usai terkena gigit ular, korban sempat tidak langsung berobat namun memilih bertahan.

“Enggak pingsan saya suruh pulang aja. Tadinya enggak mau pulang tapi akhirnya dibawa sama para pedagang dan tukang becak,” jelasnya.

Korban, lanjut Sri, terkena gigitan pada bagian kaki kanan. Hingga kini, Wagiman masih menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok.

“Ular yang gigit jenis kobra, enggak besar sih. Ularnya enggak ketangkep langsung kabur ke kolong,” ucapnya.

Sri dan sejumlah pedagang lainnya mengaku resah lantaran diduga masih ada ular lain yang berkeliaran.

“Yang kemarin itu ularnya enggak ketangkap, ya takut lah semoga jangan ada korban lagi,” tuturnya

Agus mengatakan, pihaknya mengimbau para pedagang agar waspada dan menjaga kebersihan serta sesegera mungkin melapor jika menemukan adanya keberadaan ular di sekitar pasar.

“Rencana kita akan bersih-bersih pasar, soalnya bahaya juga dan kemungkinan masih ada lagi,” katanya.

Penjaga lintasan pasar Kemirimuka, Ariyanto, mengatakan sempat menangkap tiga ular sebelum Wagiman dipatuk. Selanjutnya ular yang ditangkap bertambah satu sehingga genap menjadi empat ekor.

“Ketemu tiga, pas yang di depan itu sebelum digigit udah ketangkap sama saya tiga. Kalau ini hari saya baru nangkap satu ular aja,” katanya.

Ariyanto mengatakan ular tersebut sering muncul pada siang hari. Dia menduga ular muncul saat suhu udara panas.

Ular-ular tersebut ditemukan di sebuah lahan kosong yang lokasinya berdekatan dengan pasar.

“Siang jam 12.00 WIB-lah pasti ada aja muncul satu di sini. Pokoknya kalau panas dia,” ungkapnya.

Fenomena ular kobra tersebut, menurut Ariyanto, sudah muncul sejak 2013. Dia mengatakan warga melihat banyak ular sejak saat itu di kawasan kios jalur radius.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here