Komisi II DPR RI Pantau Langsung Kesiapan Pilkada Depok

78
Wakil Walikota didampingi Ketua DPRD dan Bawaslu saat menyerahkan cinderamata ke Ketua Koimisi II DPR RI

Margonda | jurnaldepok.id
Rombongan Komisi II DPR RI kemarin melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Depok. Hal itu dilakukan untuk mengecek secara langsung kesiapan Kota Depok dalam perhelatan Pilkada, 23 September 2020.

“Kami laksanakan kunjungan kerja spesifik, disebut spesifik karena temanya khusus melihat, mengawasi dan memonitor langsung persiapan pilkada serentak 2020. Ada 270 pelaksanaan pilkada diantaranya 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota termasuk salahsatunya Kota Depok,” ujar H Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Ketua Komisi II DPR RI, Kamis (12/12).

Dari hasil pemaparan yang disampaikan oleh Wakil Walikota, KPU dan Bawaslu, pihaknya mengapresiasi atas kesiapan Kota Depok jelang pelaksanaan pilkada 2020 mendatang.

“Kami menilai secara umum Kota Depok sudah siap, kami juga mengecek terkait NPHD sudah ditandatangani bahkan sudah dicairkan. Itu salah satu indicator kesiapan,” paparnya.

Selain itu, sambungnya, KPU juga telah menjelaskan tahapan-tahapan yang telah dilakukan termasuk perekrutan kepada perangkat penyelenggara pemilu sampai tingkat TPS.

“Bawaslu juga telah menjelaskan tahapan-tahapan yang sudah dilakukan. Jadi secara umum Kota Depok sudah siap menggelar pilkada,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Komisi II DPR RI, Johan Budi. Mantan jubir KPK itu mengungkapkan, pihaknya sengaja datang ke Depok untuk mendengar langsung terkait persiapan pilkada baik dari KPU, Bawaslu dan pemerintah daerah.

“Beberapa tempat telah kami datangi dan persoalan di setiap daerah memang berbeda-beda. Kami juga mempertanyakan bagaimana pemutakhiran data yang saat ini sering menjadi persoalan DPT, jangan sampai haknya hilang,” tandasnya.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna yang menerima rombongan Komisi II DPR RI menyampaikan terimakasihnya atas kunjungan kerja tersebut.

“Ini sebagai langkah awal untuk menciptakan pemilu yang berintegritas dan bermartabat serta menghadirkan pemimpin yang berkualitas, memiliki komitmen dan punya visi tentunya,” ungkap Pradi.

Dalam kesempatan itu Pradi juga memaparkan terkait kondisi dan penduduk Kota Depok yang saat ini mencapai 1,8 juta jiwa.

“Depok sudah sangat siap untuk menggelar pilkada, saat ini persiapannya sudah hampir 100 persen. Terkait anggaran pun sudah diberikan kepada KPU dan Bawaslu. Untuk KPU mencapai Rp 60 miliar lebih dan Bawaslu mencapai Rp 15 miliar lebih,” katanya.

Dari anggaran tersebut, baik KPU maupun Bawaslu telah mencairkan dana itu untuk memulai tahapan pilkada.

“Bawaslu sudah mencairkan Rp 350 juta dan KPU sekitar Rp 290 juta yang sudah dicairkan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here