Tanahnya Dihargai Murah, Musyawarah Lahan Tol Cijago Gaduh

236
Susana gaduh terjadi pada saat musyawarah penawaran lahan Tol Cijago

Limo | jurnaldepok.id
Musyawarah penawaran harga 444 bidang lahan terkena pembangunan Tol Cinere – Jagorawi (Cijago) wilayah Kelurahan, Krukut, Kecamatan Limo, kemarin menuai kegaduhan pasalnya besaran harga tanah yang ditawarkan oleh tim Appraisal Tol Cijago jauh dari harapan para pemilik lahan.

Tak hanya itu, lahan warga yang dalam peta bidang masuk kebadan jalan tidak akan dibayar dan hal ini menambah emosi para pemilik lahan semakin memuncak hingga akhirnya pertemuan musyawarah penawaran harga deadlock.

Ketua Rt 04/01, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Nemah mengaku sangat kecewa dengan penetapan harga yang ditawarkan tim appraisal yang menurutnya tidak ada setengah dari perkiraannya.

“Saya punya tanah seluas 210 meter persegi berikut rumah dan 25 tidak katanya dihitung karena masuk jalan, jadi tanah saya yang dibayar hanya 185 meter dengan harga Rp 3,5 juta per / meter, itu sangat jauh dari estimasi kami yang harapkan yakni Rp 10 juta / meter persegi, ” kata Nemah.

Penolakan senada disampaikan oleh Roni Ibrahim yang memiliki lahan di Rt 01/01.
Dikatakan Roni, penetapan harga tanah oleh tim appraisal tol Cijago sangat jauh dari harga pasaran tanah di wilayah Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo.

“Selama tidak ada kenaikan harga secara sihlgnifikan, maka proses pembebasan lahan tol Cijago bakal terhambat lantaran warga pasti akan terus bertahan, ” kata Roni Ibrahim.

Sementara Hamzah, salah satu pegawai Kantor Kelurahan Krukut, Hamzah mengaku dapat memaklumi keberatan warga terkait besaran nilai kompensasi lahan.

“Wajar kalau warga keberatan karena nilai pengantiam lahan tidak sesuai harapan warga dan sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai ganti rugi pembebasan lahan tol Depok – Antasari (Desari) tiga tahun silam. Dapat dipahami karena nilai ganti rugi hanya berkisar antara Rp 1,4 juta hingga Rp 6,7 sedangankan idealnya paling rendah Rp 5 juta hingga Rp 10 juta / meter persegi, ” imbuhnya.

Dikatakan Hamzah, meski deadlock pada pertemuan musyawarah pertama, warga masih berharap akan ada perubahan warga dan tim apraisal kata dia berjanji akan menaikan besaran harga lahan. n Asti Ediawan

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here