Warung Esek-esek Dibongkar Satpol PP

195
Petugas Satpol PP saat membongkar warung esek-esek

Margonda | jurnaldepok.id
Bangunan liar yang diduga dijadikan Warung Check in (esek-esek) pada Selasa(10/12) dibongkar anggota Satpol PP dan Satgas Sumber Daya Air.

Warung tersebut dibongkar karena berada di saluran air cabang tengah dan diduga dijadikan lokasi check in wanita di salah satu apartemen.

Informasi di lapangan menyebutkan bangunan diatas kali dijadikan warung esek-esek. Menurut warga dijadikan lokasi transit para wanita.

Sementara bangunan lainnya di RW 07 Kelurahan Kemirimuka yang diduga dibekingi oknum yang memberikan izin tetap dibongkar petugas.

Kabid Trantib Satpol PP Kota Depok M Fahmi mengatakan ada sekitar belasan bangunan yang ditertibkan karena berada di atas saluran air.

“Bangunan yang berada di atas kali pasar Kemirimuka sudah kami bongkar atau tertibkan,” terangnya.

Dia mengatakan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok mengultimatum bangunan liar yang berada di atas saluran air kawasan Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. Pihaknya sudah melayangkan surat kedua kepada para pemilik bangunan tersebut.

“Kami layangkan surat teguran kedua kepada mereka, jika masih membandel maka tidak segan-segan akan dibongkar,” paparnya.

Ia mengungkapkan pihaknya telah dua kali melayangkan surat teguran bangunan liar lantaran berada di atas pedestrian atau saluran air.

“Surat teguran sudah dilayangkan sejak bulan lalu, kami minta pemilik bangunan untuk membongkarnya,” ungkapnya.

Menurutnya, penertiban itu mengacu Peraturan Daerah Depok nomor 16 tahun 2012 tentang Ketertiban Umum. Keberadaan para PKL dan Bangli diatas saluran air bisa menghambat air dan menyebabkan banjir.

Fahmi mengatakan pihaknya juga membongkar pondasi yang menutupi aliran sungai yang dijadikan lokasi parkir. Akan tetapi karena alat berat yang rencananya didatangkan tidak datang sehingga pembongkaran pondasi tersebut dibatalkan.

Sementara itu Karno Sumardo Sumardo salah satu pemilik bangunan menegaskan pihaknya menerima kegiatan pembongkaran di bangunan di atas kali.

“Kami ngaku salah bangun bangunan di atas Kali atau saluran air,” ucapnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pasar Kemirimuka Sabeni menyambut baik adanya kegiatan penertiban bangunan liar yang di atas saluran air.

“Saya dukung karena bangunan itu memang jelas melanggar atutan,” tutupnya.nCR-JD1

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here