Tak Ada Serah Terima, Kontraktor Turap Disoal

64
Sisa-sisa tumpukkan tanah masih berserakan dibidang kali

Limo | jurnaldepok.id
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, (LPM) Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Suoian Derry meminta kepada Kontraktor proyek Turap disamping Masjid Al Maghfiroh Rt 01/05 untuk merapihkan pekerjaan dengan mengangkat sisa tanah yang berserakan diatas bidang kali pasalnya tumpukan tanah sisa proses pembuatan turap menghambat laju air kehilir dan dapat memicu terjadinya luapan air di bidang jalan.

“Kami minta kepada pemborong proyek turap Al Maghfiroh untuk membersihkan tumpukan tanah diatas bidang kali karena kalau tidak maka laju air akan terhambat dan menimbulkan banyak masalah, ” ujar Supian Derry.

Dikatakan Derry, seharusnya sebelum meninggalkan pekerjaan, pihak kontraktor melakukan koordinasi dengan LPM agar LPM dapat memeriksa hasil pekerjaan.

“Kami tidak diberi tahu kalau pekerjaan turap itu sudah selesai, tau tau ada laporan bahwa tanah bekas pembuatan turap menumpuk diatas bidang kali, ” imbuhnya.

Prilaku para kontraktor proyek pembangunan fasilitas umum yang tidak melaporkan hasil pekerjaan kerap terjadi dan menjadi masalah tersendiri, terlebih jika hasil pekerjaan tidak sesuai bestek.

“Sering sekali terjadi seperti itu, begitu pekerjaan dianggap selesai, pemborongnya kabur, dan terkadang hasil pekerjaan kurang bagus bahkan sangat buruk, sehingga kami kesulitan untuk menelusuri keberadaan Kontraktor pelaksana guna meminta pertanggung jawaban atas hasil kerja yang tidak memuaskan, ” tutup Supian. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here