Peringatan Hari Korupsi, Kasus Nangka Gate Masih Mandek

91
Wakil Walikota Depok bersama Kajari dan Forkopimda saat melakukan tandatangan sebagai komitmen tidak melakukan korupsi

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Yudi Priyadi tidak mau berkomentar perihal kelanjutan kasus dugaan korupsi Jalan Nangka dengan tersangka mantan Walikota Depok Nur Mahmudi.

“Untuk kasus Pak Nur, kami no comment, karena masuk tahun politik,” kata Yudi Priyadi, Senin (9/12).

Sementara itu Yudi menambahkan saat ini pihaknya melakukan penyelidikan atas kasus dugaan korupsi di Kota Depok. Dia mengaku baru menangani satu kasus korupsi. Hingga kini, proses hukumnya masih berjalan.

“Baru satu kasus yang saya tangani, sekarang masih proses penyelidikan sesuai dengan instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2016. Kasusnya nanti akan kami buka jadi diharapkan sabar saja,” jelasnya.

Yudi menambahkan menyambut Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) jajaran kantor Kejaksaan Negeri Depok mengajak kalangan generasi milenial menjadi pelopor pemberantasan korupsi di Indonesia mulai dari diri sendiri, dirumah, sekolah, tempat bermain dan lainnya.

“Sekitar 500 stiker ‘Generasi Milenial Anti Korupsi’ diberikan ke masyarakat yang membawa kendaraan di pertigaan lampu merah Jalan Raya Margonda dan Jalan Raya Tole Iskandar dalam kegiatan HAKI tanggal 9 Desember 2019,” katanya.

Stiker bertuliskan ‘Generasi Milenial Anti Korupsi’ yang ditempel di sepeda motor, kaca mobil dan dibagikan ke warga yang mengendarai sepeda motor, penumpang angkutan kota dan pengendara mobil.

“Kegiatan ini untuk mengingatkan masyarakat luas khususnya kalangan generasi milenial akan pentingnya mencegah, membrantas dan memerangi korupsi,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan itu tidak hanya tergantung kepada pegawai atau pejabat pemerintahan saja tapi seluruh lapisan masyarakat khususnya generasi milenial sangat berperan penting sebagai penerus bangsa di masa depan.

“Kehadiran dan keradaan Tim Pengawal, Pengamanan, Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) tentunya menjadi salah satu morivasi untuk meningkatkan kinerja di jajaran Kejaksaan Depok, ” terangnya.

Dirinya menambahkan kegiatan tersebut merupakan wujud integritas para pemangku hukum untuk menanamkan anti korupsi kepada generasi muda.

“Kami berikan pemahaman, mulai dari hal yang sederhana (mengenai anti korupsi) seperti tidak mencontek, hidup jujur, tidak membebani orang tua, bergaya hidup sederhana,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengatakan generasi milenial harus menjadi ujung tombak.

“Saya berharap dan yakin kalau generasi milenial dapat menjadi pelopor dalam memerangi kejahatan korupsi yang dimulai dari diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungan sekitar untuk Indonesia yang lebih baik lagi dimasa mendatang, ” ujarnya.

Sementara itu kegiatan peringatan anti korupsi jug diwarnai dengan aksi demonstrasi oleh sekelompok massa yang tergabung dalam Relawan Gotong Royong (RGR).

Mereka menuntut ada upaya tegas, dari lembaga hukum terutama Kejaksaan dalam menuntaskan kasus – kasus korupsi.

“Kami lihat mereka yang sudah dihukum karena korupsi, adem – adem saja di penjara. Seakan tidak ada kapoknya. Harus ada ketegasan dalam menghukum mereka dengan berat,” ucap koordinator RGR Hersong.

Disisi lain Hersong dan rekan – rekannya mendukung Kejaksaan Negeri Kota Depok agar terus menggenjot sanksi berat bagi seluruh pelaku korupsi.

“Kami mensupport Kejari Depok tidak hanya dalam bentuk pidana saja. Namun dengan sanksi sosial juga yaitu mengarak mereka keliling kampung atau diajak kerja bakti membersihkan lingkungan,” tandasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here