Putus Sekolah, Cocot Memilih jadi Pentolan Begal

140
Cocot saat digelandang ke kantor polisi

Margonda | jurnaldepok.id
Cocot, pria putus sekolah diringkus aparat Kepolisian Polresta Depok karena menjadi pentolan geng motor yang kerap melakukan pembegalan di wilayah Depok.

Kapolres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengatakan total sudah ada tujuh pelaku terkait kelompok tersebut yang telah diringkus jajarannya sejak sepekan terakhir. Kelompok ini biasa berulah jelang subuh atau dinihari.

“Beberapa saat lalu kita sudah tangkap para pelaku yang melakukan perampokan secara masif di Bojonggede. Dari empat orang, terus di hari berikutnya tiga orang dan akhirnya otaknya kita tangkap si Cocot ini. Mereka ini tergabung di Geng RDH,” katanya.

Cocot berperan mengkoordinir anggotanya dan kemudian memimpin proses operasi atau aksi kejahatannya.

“Dia inilah yang memilih sasaran dan mengatur arah jalur. Dia diringkus di wilayah Bojonggede,” ucapnya.

Lebih lanjut Azis menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan atas kasus yang dilakukan kelompok tersebut.

“Kita berkomitmen bahwa kejahatan yang membuat resah utamanya di Depok harus berantas habis. Saat ini sedang dalam proses penyelidikan,” paparnya.

Sementara itu, Cocot mengaku dirinya nekat melakukan aksi kejahatan hanya untuk senang-senang.

Biasanya, uang hasil rampasan ia gunakan bersama teman-temannya untuk jajan dan bermain game online di warung internet. “Cuma iseng-iseng aja pak,” katanya.

Remaja berbada kurus ini mengaku, dirinya tidak tamat sekolah. “Saya sekolah cuma sampai kelas dua SMP, ” tuturnya.

Cocot tak menampik masih ada pelaku lain yang belum tertangkap. “Saya kapok, taubat dah,” ungkapnya.

Sebelumnya polisi juga berhasil meringkus tujuh orang dari kelompok itu. Mereka yakni, Suhandi Hermawan (21), Erik Wahyudi (31), Ilham Zuandri (23), Wahyu Supriyanto (21), Rahmat Dwi (22), AS (17) dan RD (18). Komplotan ini kerap menyasar pedagang dan warga yang beraktifitas di malam hari. Para pelaku di wilayah Bojonggede

Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku mengaku telah lebih dari 30 lokasi mereka datangi dalam kurun waktu satu bulan terakhir

“Komplotan ini mengakui satu hari bisa sampai tujuh lokasi melakukan perampasan, pemerasan, dan perampokan. Ini cukup sadis ya,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Deddy Kurniawan.

Adapun modus operandi para pelaku dilakukan secara acak dan biasanya dimulai sekira pukul 01.00 WIB hingga pukul 03.30 WIB. “Jadi mereka ini konvoi secara bergerombol kurang lebih 10 orang menggunakan motor sambil menenteng senjata tajam,” jelasnya.

Atas perbuatannya itu, mereka dijerat pasal 368 KUHP dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara. Kasusnya masih dalam pengembangan Polres Metro Depok.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here