Tak Ada Unsur Politis, Walikota Naikkan Insentif Ketua RT, RW dan LPM

1978
Walikota Depok secara simbolis memberikan dana insentif kepada RT, RW dan LPM di wilayah Bojongsari

Bojongsari | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris menaikkan dana insentif untuk para ketua RT, RW dan LPM se Kota Depok pada tahun ini. Besarannya pun beragam dan disesuaikan dengan jabatan di lingkungan masyarakat.

“Peningkatan insentif RT, RW dan LPM ini memang sudah didokumenkan dalam RPJMD, namun itu sangat bergantung pada APBD yang dibagi-bagi perbidang, khususnya bidang-bidang yang diprosentasekan di peraturan pemerintah seperti pendidikan, kesehatan, itu sudah wajib. Selain itu dilihat juga dari PAD Depok, Alhamdulillah PAD setiap tahunnya meningkat,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Kamis (5/12).

Pernyataan itu dikatakan Idris seusai menyerahkan secara simbolis dana insentif bagi ketua RT, RW dan LPM di Kecamatan Bojongsari.

Idris menambahkan, insentif ketua RT, RW dan LPM se Kota Depok juga direncanakan naik di tahun depan. Terlebih jika PAD Depok mengalami kenaikan yang signifikan.

Sebagai gambaran, di tahun 2018 silam insentif ketua RT hanya sebesar Rp 1 juta 800 ribu dan ditahun ini meningkat Rp 1 juta 920 ribu. Sementara insentif Ketua RW pada tahun lalu Rp 2 juta 280 ribu dan di tahun ini naik Rp 2 juta 400 ribu. Untuk ketua LPM juga mengalami kenaikan dari tahun lalu hanya Rp 2 juta 760 ribu menjadi Rp 2 juta 880 ribu di tahun ini.

“Kalau kurang pasti kurang terus, termasuk gaji walikota juga kurang,” ungkapnya sambil bercanda.

Idris menegaskan, kenaikan dan waktu pemberian dana insentif ketua RT, RW dan LPM tidak ada unsur politis jelang pilkada.

“Tidak ada unsur politis, ini sangat terkait dengan instruksi dan arahan dari Mendagri, beliau disiplin dan ketat serta perfeksionis orangnya,” terangnya.

Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Anwar Nasihin mengatakan, dana tersebut disalurkan ke ketua RT dengan jumlah Rp 1 juta 920 ribu untuk Ketua RW, Rp 2 juta 400 ribu untuk ketua RW, dan Rp 2 juta 880 ribu. Besaran itu diberikan untuk setahun dan dibagi dalam dua semester.

“Di semester kedua ini kami menganggarkan sekitar Rp 6 milyar lebih atau dalam setahun Rp 12 milyar. Nominal itu diperuntukkan bagi 5.282 RT, 917 RW, dan 63 LPM se Kota Depok. Adapun mekanisme pencairannya diserahkan dalam bentuk non tunai,” tandasnya.

Dirinya berharap dengan pemberian dana penguatan kinerja ini, kiprah ketua RT, RW, dan LPM yang sudah dirasakan akan lebih dirasakan lagi di tengah masyarakat. Terutama dalam menyukseskan program RW Ramah Anak, kelurahan layak anak, kecamatan layak anak, ataupun program kelurahan dan kecamatan sehat.

Ketua RW 14 Kelurahan Bojongsari, Daud Sulaiman menyampaikan terimakasihnya kepada pemerintah kota yang telah mencairkan dana insentif bagi para ketua RT, RW dan LPM di wilayah Bojongsari.

“Terimakasih, dana insentif ini tak lain untuk kebutuhan operasional kami di tingkat RW karena kegiatan di lingkungan pun cukup banyak,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here