Dua Bulan Berkeliaran, Akhirnya Begal Payudara Diringkus Polisi

265
Inilah RA, pelaku begal payudara yang berhasil diringkus pihak polisi

Limo | jurnaldepok.id
Anggota Satreskrim Polsek Limo dibantu Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Depok berhasil meringkus seorang pemuda yang melakukan aksi begal payudara di lingkungan Jalan Perumahan Megapolitan Estate Cinere, Limo Kota Depok, Kamis (5/12).

Kapolrestro Depok AKBP Azis Andriansyah mengatakan pelaku RA (35) pengangguran, warga Kp. Rawakalong,Grogol, Limo Kota Depok, berhasil ditangkap oleh anggota kepolisian dibantu pihak satpam komplek. Pada saat diciduk pelaku sedang nongkrong di sekitar lokasi kejadian.

Diketahui pelecehan seksual yang dilakukan pelaku terjadi pada bulan September 2019 sekitar pukul 18.00 WIB. Korban ibu rumah tangga usia 38 tahun saat sedang jalan tiba-tiba dihampiri pelaku menggunakan motor dengan berpura-pura menanyakan alamat. Saat korban lengah pelaku langsung memegang payudara korban dan kabur.

Terpisah Kanit Reskrim Polsek Limo Iptu Nirwan Pohan menambahkan sebelum ada laporan warga, aksi pelaku begal payudara sempat terekam cctv komplek perumahan.

“Dalam rekaman cctv tersebut pelaku sempat melintas lalu putar arah samperin korban sedang jalan kaki sendiri. Sambil berpura pura menanyakan alamat pelaku langsung mencomot payudara korban. Setelah itu korban lari sambil teriak. Lalu pelaku langsung kabur menggunakan motor,” paparnya.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan pelaku RA ini suka nongkrong di tempat sekitar lokasi kejadian. Diduga bernafsu tinggi melihat situasi jalan yang sepi digunakan untuk berbuat cabul.

“Pelaku tidak hanya sekali memegang payudara wanita diduga sudah lebih dari satu kali di wilayah Depok,” ungkapnya.

Kasubag Humas Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Polisi Firdaus menambahkan setelah mendapat laporan dari korban, Tim Srikandi dan security setempat akhirnya berhasil mengamankan pelaku.

“Setelah diintrogasi oleh anggota kami akhirnya pelaku mengakui perbuatan tersebut dan langsung kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Lebih lanjut Firdaus mengatakan, motif pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan itu ialah nafsu.

“Motifnya ini dia (pelaku) merasa nafsu dan puas setelah memegang payudara korban,” ujarnya.

Akibat perbuatannya itu, RA dijerat dengan tindak pidana perbuatan cabul dengan kekerasan atau ancaman kekerasan dan dengan sengaja melanggar kesusilaan di depan umun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289 KUHP dan 281 KUHP.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here