Baliho Diturunkan Paksa, Pentolan Garbi Marah Besar

320
Salah satu baliho Garbi yang terpasang di beberapa titik di Kota Depok dengan konten kritik terhadap Pemerintah Kota Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Pengurus Organisasi Massa Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Kota Depok, Bayu Adi Permana protes kepada Pemkot Depok karena menurunkan billboard secara sepihak dan sewenang-wenang.

Billboard berisikan aspirasi warga itu terpasang sejak, Selasa (3/12) di Jalan Margonda Raya, Kota Depok.

“Baru sehari terpasang, keesokan harinya, diturunkan secara sepihak. Billboard berisikan aspirasi warga terkait masalah kemiskinan, kemacetan, pelayanan, upah minimum, kesehatan dan pendidikan,” ujar Bayu kepada wartawan, Kamis (5/12).

Bayu menambahkan, dia hanya ingin menyampaikan aspirasi sebagai warga Depok bahwa masih ada masalah kemiskinan, kemacetan, pelayanan, upah minimum, kesehatan dan pendidikan yang harus dibenahi bersama.

Namun, kata dia, billboard berukuran 10 x 5 meter tersebut dicopot Rabu siang atas permintaan dari Satpol PP Pemkot Depok.

Bayu mengatakan bahwa dia sudah melakukan prosedur yang benar dalam memasang billboard tersebut.

“Pemasangan tidak melanggar apapun, ini bukan kampanye karena juga belum musim kampanye, itu hanya aspirasi dan kami sudah mendapatkan stiker tanda lunas pajak reklame,” katanya.

Ia mengungkapkan, pemasangan billboard sudah sesuai prosedur tapi diturunkan secara sepihak oleh pihak Pemkot Depok.

“Tindakan penurunan baliho tersebut merupakan salah satu bentuk kedzaliman. Pasalnya, tindakan itu mempersulit munculnya aspirasi warga Depok yang melek politik dan demokrasi,” jelasnya.

Penurunan billboard Ketua Garbi Depok itu memunculkan kontroversi. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan publik terutama aktivis organisasi masyarakat di Depok.

Juru bicara Garbi Depok, Bramastyo Bontas menambahkan, penurunan billboard tersebut menyumbat aspirasi warga Depok.

“Ini tidak bisa ditolerir terjadi di Depok yang salah satu taglinenya ‘nyaman’?” tandasnya.

Rencananya Garbi akan membawa kasus pencopotan baliho itu ke Pengadilan Negeri Kota Depok. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here