Untuk Keempat Kalinya, SDN Pondokcina 2 Dibobol Maling

52
Terlihat garis polisi terbentang di pintu masuk SDN Pondokcina 2

Beji | jurnaldepok.id
Sekolah SDN Pondokcina (Pocin) 2 yang berlokasi di Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji pada Rabu(4/12) dibobol maling.

Kepala SDN Pondokcina 2 Sumarna mengatakan peristiwa pembobolan sekolah diketahui oleh penjaga sekolahnya, Jayadi.

Sumarna mengatakan saat itu penjaga sekolahnya Jayadi hendak membuka ruang guru yang ada dibagian utara sekolah.
Saat hendak ingin membuka sekolah Jayadi curiga melihat jendela yang sudah dalam kondisi terbuka.

Dikarenakan jendela dalam kondisi terbuka lalu Jayadi masuk ke ruang guru dan melihat meja yang terkunci sudah terbuka dalam kondisi rusak.

“Meja guru termasuk lemari kami yang diletakan di belakang juga dirusak pelaku,” katanya.

Ia menambahkan padahal di ruang guru ada sejumlah komputer dan barang elektronik lainnya namun tidak diambil para pelaku.

Sumarna menduga para pelaku masuk ke ruang guru dengan cara mencongkel dan merusak jendela tanpa dipasang besi teralis.

“Setelah puas merusak pelaku lalu masuk dan merusak meja guru yang ada diruangan, sementara pintu masuk ruang guru dalam kondisi rapih. Kami duga pelaku masuk dari jendela dengan mencongkel terbukti kondisi jendela rusak,” paparnya.

Setelah ada kejadian ini dirinya mengecek barang apa saja yang dibawa kabur pelaku.

“Alhamdullilah saat dilakukan pengecekan tidak ada barang yang hilang baik milik guru dan sekolah,” terangnya.

Kasus percobaan pencurian ini merupakan yang keempat kali terjadi di SD Pondokcina 2 namun pelaku tidak berhasil membawa kabur barang yang ada di lingkungan sekolah.

“Kami nggak tahu modus pelaku, kasusnya sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian dan sudah dilakukan olah TKP,” ucapnya.

Atas kejadian ini pihaknya akan meningkatkan keamanan di lingkungan sekolah.

Sebelumnya SMP 16 Kota Depok yang berlokasi di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos pada Senin(11/11)
dibobol maling. Pelaku yang diduga berjumlah lebih dari seorang menggasak 33 laptop.

Berdasarkan informasi, laptop yang dicuri merupakan bantuan dari pemerintah. Pemerintah memberikan 40 laptop, sedangkan yang dicuri berjumlah 33.

“Para pelaku mengacak-acak ruang guru juga kantornya dan terdapat banyak bungkusan laptop berserakan di lantai. Selain itu, juga kebun kosong belakang sekolah di bawah semak-semak pohon terdapat kerdus laptop diduga pelaku usai mencuri langsung mengambil laptop dan kerdusnya dibuang,” ujar Wakapolsek Cimanggis AKP Agus.

Masih kata Agus, harga laptop yang dicuri per unitnya Rp10 juta. Dengan demikian, SMPN 16 Depok alami kerugian ratusan juta rupiah.

“Total kerugian yang dialami pihak sekolah akibat kehilangan 33 laptop mencapai Rp330 juta dan kasusnya masih kita tangani,” katanya.

Agus mengatakan. pihaknya sudah melakukan penyelidikan yaitu dengan mendatangi lokasi sekaligus memintai keterangan saksi-saksi.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here