Sah! Ari Kuncoro Resmi jadi Rektor Universitas Indonesia

52
Muhammad Anis (kiri) salam komando dengan Rektor UI yang baru, Ari Kuncoro

Beji | jurnaldepok.id
Ari Kuncoro resmi dilantik menjadi rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2019- 2024. Sebelumnya, jabatan rektor diemban oleh Muhammad Anis. Pelantikan digelar di Balai Purnomo UI, Depok.

Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Saleh Husin menyatakan, pelantikan Ari Kuncoro sebagai Rektor UI baru berdasarkan Surat Keputusan Nomor 020/SK/MWA-UI /2019 tentang pemberhentian Rektor UI periode tahun 2014-2019 dan pengangkatan Rektor UI periode 2019- 2024.

“Prof. Ari terpilih menjadi Rektor UI setelah melalui tahapan seleksi . Proses pemilihan Rektor UI berjalan berdasarkan profesional, non diskriminatif, akuntabel, dan setiap proses berlangsung transparan yang berlangsung mulai Mei hingga September 2019,” katanya.

MWA memiliki harapan besar kepada rektor baru agar UI siap menghadapi tantangan kedepan dan berkembang serta mengangkat rangking UI di posisi tertinggi.

“Saat ini UI berada di rangking 9 di Asean. Berharap Rektor Baru UI Ari Kuncoro dapat mengangkat UI di posisi tertinggi. Paling tidak berbicara ASEAN mampu menembus sampai peringkat ke lima,” paparnya.

Dia menyampaikan agar Rektor UI baru bisa membentuk team work yang memumpuni, guyub, kokoh, solid, dan mampu menjawab semua tantangan.

“Saya yakin jam terbang Pak Ari Kuncoro mampu membawa UI terbang tinggi. Mengapai cita cita UI menjadi guru bangsa,” ungkap Saleh.

Ari Kuncoro menuturkan, perihal rangking itu sebuah motivator dan bukan suatu tujuan.

“Rangking itu motivator. Rangking itu bukan suatu tujuan. Tapi instrumen. Terpenting mencerdaskan bangsa. Kalau rangking ya baik bagus dan proses ya bagus itu yang ideal,” katanya.

Kepala Humas dan KIP UI Rifelly Dwi Astuti menerangkan, pengangkatan Ari berdasarkan surat keputusan Nomor 020/SK/MWA-UI/2019 tentang pemberhentian Rektor UI periode tahun 2014-2019 dan pengangkatan Rektor UI periode 2019-3024.

Rifelly mengatakan, Ari terpilih sebagai Rektor UI setelah melalui tahap seleksi hingga menyisakan 3 calon rektor.

Dua kandidat selain Ari adalah Abdul Haris dan Budi Wikeko yang merupakan Dekan FMIPA UI. Proses pemilihan, kata Rifelly, telah berjalan secara profesional, non-diskriminatif, akuntabel dan transparan.

“Proses pemilihan rektor terdiri atas penjaringan, penyaringan, dan penetapan serta pelantikannya berlangsung mulai dari Mei hingga September 2019,” jelasnya.

Pelantikan dilakukan pukul 09.50 WIB, dimulai dengan pembacaan sumpah Ari selaku Rektor UI. Acara kemudian diikuti penandatanganan berita acara antara Anis dengan Ari di depan Ketua MWA UI dan penyerahan simbolik.

Berdasarkan pantauan, sejumlah menteri dan tokoh hadir dalam pelantikan Ari yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menkes era Kabinet Kerja Nina Moeloek dan eks Pimpinan KPK Erry Riana Hardjapamengkas.

Ari Kuncoro merupakan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dengan konsentrasi pengembangan ekonomi (development economics) dengan spesialisasi industri, ekonomi urban dan mikro ekonomi. Ia mengajar tentang makro-ekonomi dan mikro-ekonomi.

Ari juga aktif sebagai peneliti di LPEM-FEUI, sejak tahun 1994 hingga saat ini. Beliau juga sempat menjadi pembantu dekan bagian akademik FEUI pada 1998. Selain itu, beliau juga pernah menjadi sekretaris di program pasca sarjana FEUI, pada tahun 1996.

Ia dipercaya sebagai Dekan FE-UI yang kini bertransformasi sebagai Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI 2017-2021.

Selain aktif sebagai dosen, Ari juga dipercaya sebagai Komisaris BNI. Ia diangkat dalam RUPSLB tanggal 2 November 2017 sebagai Komisaris Utama BNI.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here