Kasus Uang Konsinyasi Tol Desari Kini Ditangani Polda Metro Jaya

167
Aktivitas pengerjaan proyek Tol Desari di wilayah Limo beberapa waktu lalu

Limo | jurnaldepok.id
Upaya Husen Sanjaya selaku salah satu pihak bersengketa atas uang Konsinyasi sebesar Rp 129 miliar untuk pembayaran pembebasan lahan terkena Tol Depok – Antasari (Desari) seluas 1,8 hektar di wilayah Rw 04 dan Rw 05 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, untuk mengungkap dugaan rekayasa penyerahan uang konsinyasi kepada salah satu pihak bersengketa kini memasuki babak baru dan mulai menemukan titik terang.

Dimana para pihak yang diduga terlibat dalam proses pencairan dan penyerahan uang konsinyasi kepada salah satu pihak bersengketa sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Kini para pihak terkait sudah mulai dipanggil sebagai tahapan proses hukum atas dugaan penyalahgunaan wewenang oleh sejumlah pejabat diinstitusi terkait.

Kepada Jurnal Depok, Husen Sanjaya sebagai ahli waris H. Naman Bin Sapri mengaku optimis bahwa para pelaku skandal uang konsinyasi Tol Desari bakal tersandung urusan hukum. Bahkan, lanjut dia, semua oknum yang bermain pada proses penyerahan secara sepihak uang konsinyasi akan merasakan dinginnya cuaca dalam hotel prodeo.

“Lihat saja nanti, semua yang terlibat skandal pencairan uang konsinyasi akan masuk bui, karena sekarang prosesnya sudah digarap oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan para pihak yang diduga terlibat telah dipanggil untuk dimintai keterangannya, ” ujar Husen, kemarin.

Tak hanya soal uang konsinyasi sebesar Rp 129 miliar yang dititipkan oleh P2T proyek Tol Desari pada tanggal 14 Desember tahun 2017, namun dirinya juga melaporkan oknum Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok yang diduga telah menerbitkan tujuh Sertifikat Hak Guna Bangun (HGB) atas nama PT. Megapolitan Developments Tbk yang diketahui tumpang tindih dengan lahan milik dirinya dan beberapa warga lainnya.

“Ya, soal penerbitan tujuh Sertifikat HGB juga nanti akan diproses, tunggu tanggal main nya saja, semua yang tadinya terlibat bakal menerima akibatnya, ” tegas Husen. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here